KENDARI, TELISIK.ID – Buntut dari maraknya ditemukan sertifikat toefl palsu yang beredar di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, pihak rektorat menindaklanjuti dengan memperketat pemeriksaan serta meningkatkan pelayanan ujian toefl.
Diketahui, sertifikat toefl dibutuhkan bagi mahasiswa semester akhir D3, S1, S2 maupun S3 sebagai salah satu syarat menyelesaikan studi dengan skor yang telah ditentukan pada setiap tingkatan.
Untuk mendapatkan sertifikat toefl, mahasiswa terlebih dahulu harus membayar biaya ujian dengan mengambil slip di UPT Bahasa. Selanjutnya melakukan pengisian data dan pendaftaran serta memilih jadwal ujian sesuai slot hari yang tersedia.
Salah seorang mahasiswa, Muhamad Faisal mengatakan, salah satu kendala dalam ujian yaitu slot hari yang tersedia sangat terbatas sehingga untuk mendapatkan jadwal ujian saja, bisa menunggu hingga bulan berikutnya.
‘’Mungkin ini salah satu penyebab mahasiswa pilih jalan pintas membuat sertifikat bodong dari calo yang beredar di kampus. Walau harganya lebih mahal tapi biasanya sertifikat dibuat semirip mungkin dengan menyertakan barcode dan data diri,’’ ucapnya.
