adplus-dvertising

BBM Langka di Wakatobi, Harga Eceran Tembus Rp 20 Ribu Per Botol

Boy Candra Ferniawan, telisik indonesia
Rabu, 20 Oktober 2021
1111 dilihat
BBM Langka di Wakatobi, Harga Eceran Tembus Rp 20 Ribu Per Botol
Bensin eceran yang dijual mencapai Rp 20 ribu per botol. Foto: Boy Candra/Telisik

" Warga Kelurahan Mandati, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak. "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Warga Kelurahan Mandati, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Pantauan Telisik.id, harga jual BBM jenis premium di ibu kota Kabupaten Wakatobi, tepatnya di Kecamatan Wangi-Wangi, mulai mencekik warga. Di mana-mana warga mengeluhkan harga jual BBM eceran yang mencapai Rp 20 ribu per botol.

"Mahal bensin di sini, per botol saja seharga Rp 15 ribu sedangkan untuk botol aqua besar dijual dengan harga Rp 20 ribu. Warga kesulitan, karena kebanyakan masyarakat bekerja di kebun sehingga tentu harus membawa kendaraan karena lokasi yang jauh," ungkap Ayu, warga Desa Matahora Dusun Sousu, Rabu (20/10/2021).


Dia menerangkan, kelangkaan tersebut membuat sebagian warga harus mengantre sejak pagi hari di SPBU. Bahkan salah satu warga datang berulang kali sesudah mendapatkan bensin untuk diisi di botol-botol kecil.

Baca juga: Lukman Abunawas-Barhim Paten Berpasangan di Pilgub Sultra

Baca juga: Golkar Target Wali Kota Kendari, Gubernur Sultra dan Presiden di 2024

Salah seorang pedagang eceran BBM, Agus Salim mengungkapkan, kenaikan harga di tingkat eceran adalah hal yang wajar. Sebab mereka juga sulit mendapatkannya dan harus mengantre berjam-jam di SPBU.

"Sulit kita dapat bensin kasihan, sudah 3 hari ini. Biasanya saya membeli di SPBU Mandati 4-5 jerigen namun kali ini saya hanya bisa dapat 1 jerigen dari tadi pagi mengantre," ungkap Agus Salim.

Kelangkaan BBM diketahui sudah terjadi 3 hari ini. Beberapa SPBU di Wangi-Wangi bahkan sudah tutup karena tak memiliki stok BBM.

Sementara itu harga BBM jenis minyak tanah, solar dan pertamax masih dalam harga normal. (B)

Reporter: Boy Candra Ferniawan

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga