adplus-dvertising

Gempa Bumi Sumatera Utara 58 Kali, Korban Meninggal Dunia Jatuh dari Lantai 2

Reza Fahlefy, telisik indonesia
Sabtu, 01 Oktober 2022
417 dilihat
Gempa Bumi Sumatera Utara 58 Kali, Korban Meninggal Dunia Jatuh dari Lantai 2
Sejumlah rumah nampak rusak akibat gempa bumi di Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara. Foto: Humas Polda Sumatera Utara

" Kepala BPBD Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, Bonggas Pasaribu, membenarkan adanya korban meninggal dunia dalam insiden gempa bumi yang terjadi di daerah itu "

MEDAN, TELISIK.ID - Kepala BPBD Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, Bonggas Pasaribu, membenarkan adanya korban meninggal dunia dalam insiden gempa bumi yang terjadi di daerah itu.

"Iya, satu orang meninggal dunia korban bernama Leo Sihombing warga Jalan Kornel Simanjuntak Nomor 9, Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara," kata Bonggas Pasaribu, Sabtu (1/10/2022).

Diakuinya, korban meninggal dunia karena mengalami suatu penyakit yang diderita. Bukan karena tertimpa material.


"Iya, korban saat terjadi gempa sedang berada di lantai II kediamannya. Kemungkinan korban terjatuh dan ditemukan meninggal dunia dikediamannya. Saat ini, jasad korban sudah dievakuasi ke RSUD Tapanuli Utara," tambahnya.

Korban gempa bumi di Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara, ketika dievakuasi ke rumah sakit daerah setempat. Foto: Humas Polda Sumatera Utara

 

Disebutkan Bonggas, gempa bumi terjadi sekira pukul 01:30 WIB dini hari. Sampai saat ini, situasi sudah mulai aman. Akan tetapi, gempa susulan sudah sekira 58 kali terjadi.

"Memang gempa susulan tadi terjadi puluhan kali, namun tidak begitu besar kekuatannya. Ada sekitar 12 kali yang kekuatannya besar dan terasa guncangannya. Tapi tidak sebesar yang pertama," tuturnya.

Baca Juga: Gempa Bumi di Sumatera Utara, Ada Warga Meninggal Dunia

Menurut Bonggas, tim dari BPBD dan Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tapanuli Utara telah membentuk posko. Mendata sejumlah kerugian dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa musibah.

"Posko sudah dibentuk. Saat ini saya masih berada di lokasi. Mudah-mudahan, setelah kejadian ini, tidak ada lagi gempa susulan," terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi menegaskan, satu orang meninggal dunia dan 11 orang mengalami luka dalam bencana gempa bumi itu.

"Seluruh korban sudah dibawa dan dirawat di RSUD daerah setempat. Sampai saat ini, pihak kepolisian dan pemerintah setempat sedang berkoordinasi lanjutan dalam penanganan bencana di sana," ungkapnya.

Diakui Hadi, Kapolda Sumatera Utara sudah menurunkan 100 personel Brimob untuk membantu warga.

"Jadi, Brimob Polda Sumatera Utara sudah turun ke Tapanuli Utara, untuk melakukan evakuasi korban dan memberikan bantuan kepada warga. Situasi saat sudah mulai membaik dan sudah tidak ada gempa," terangnya.

Sebagaimana diketahui, pusat gempa berada di darat, 15 kilometer Barat Laut, Kabupaten Tapanuli Utara dan tidak berpotensi terjadinya tsunami.

Adapun data korban yang diketahui adalah.

1. Leo Sihombing, 62 tahun, meninggal dunia, dikarenakan sakit jantung diakibatkan gempa bumi.

2. Candra A.P., 24 tahun, mengalami luka akibat tertimpa lemari di kantor Kejaksaan Kabupaten Tapanuli Utara. Mehalamu luka robek. Di bagian kepala, di pipi kiri dan bibir di bawah di jahit.

3. ILT 12 tahun, wanita di bawah umur ini mengalami luka ringan dibagian mata lecet bengkak dan lebam karena tertimpa lemari.

4. Elisabet Boru Lumbantoruan 18 tahun, dia mengalami luka ringan karena terjatuh dari tempat tidur asrama perawat.

5. Febrian Manalu, 21 tahun, mengalami luka robek di tangan kanan dan kiri kemudian di belakang telinga dan di kaki kirinya karenakan tertimpa asbes rumahnya.

6. Romauli Nababan, 24 tahun, mengalami luka ringan karena syok dan terjatuh.

7. Panti Hutabarat, 52 tahun, mengalami luka robek besar dibagian kepala, dikarenakan ketimpa lemari dan asbes rumahnya.

8. JM  6 tahun, mengalami luka robek di kaki sebelah kiri, dikarekakan jatuh saat hendak keluar dari rumah.

Baca Juga: Fasilitasi Penyerahan Ambulans untuk Palestina, Teguh Santosa: Solusi Dua Negara Paling Pas

9. SS, 14 tahun mengalami luka serius dikarenakan tertimpa dinding beton rumahnya. Luka itu berada di kepala dan dada lalu keluar darah dari telinganya.

10. Pola Simanjuntak, 34 tahun, mengalami luka robek dan bengkak di bagian mata akibat terkena parang jatuh saat gempa bumi.

11. AS 9 tahun mengalami luka keseleo di kakinya dan susah di gerakkan pergelangan kakinya, karena tertimpa tabung oksigen saat di ruang anak RSUD Tarutung.

12. AMH, 12 tahun mengalami luka ringan karena terjatuh saat gempa bumi. (B)

Penulis: Reza Fahlefy

Editor: Kardin

Artikel Terkait
Baca Juga