adplus-dvertising

Kendari Undercover: Bisnis Prostitusi di Kawasan Kendari Beach Semakin Menjamur

Ahmad Sadar, telisik indonesia
Senin, 17 Agustus 2020
20889 dilihat
Kendari Undercover: Bisnis Prostitusi di Kawasan Kendari Beach Semakin Menjamur
Sisi gelap sudut Kota Kendari, dimana praktik prostitusi masih marak. Foto: Repro Google.com

" Biasanya sih di kos, atau di hotel, tapi tergantung kita ji, yang penting nda disini mainnya. "

KENDARI, TELISIK.ID - Dikenal sebagai kawasan yang banyak dikunjungi oleh masyarakat, Kendari Beach, atau lebih dikenal dengan Kebi, yang terletak di sisi Barat Kota Kendari, ternyata tak lepas dari praktik prostitusi.

Setelah selama hampir satu minggu mencoba menelusuri dan menguak sisi gelap bisnis prostitusi di tempat tersebut, berbekal informasi dari narasumber yang berhasil ditemui dan diwawancarai, Telisik.id terus menggali fakta yang ada di lapangan mengenai bisnis haram ini.

Temuan dan fakta yang ada membuat kita terkejut. Pasalnya, informasi dari sejumlah narasumber kepada Telisik.id ternyata benar adanya. Lokasi eksekusi bisnis prostitusi ini tak terpusat di satu titik saja, melainkan tersebar di berbagai titik kawasan Kebi.


Namun sebelumnya, untuk menelusuri fakta yang terjadi di Kebi, Telisik.id pun sempat bertemu RM (27), seorang narasumber yang mengaku beberapa kali menggunakan jasa pekerja sex komersial (PSK) melalui aplikasi Michat serta mencari langsung di Kebi.

RM pun mengajari serta memberikan informasi langsung, detail lokasi tempat biasanya para PSK mangkal. Pria (27) ini mengatakan, tempat di kawasan itu sudah tidak asing lagi bagi para pria hidung belang yang sengaja mencari wanita PSK.

"Rata-rata PSK di Kendari ini menawarkan jasanya melalui aplikasi Michat, tapi sekarang jarang digunakan, karena banyak penipuan," ujar RM kepada Telisik.id Minggu (16/8/2020).

RM juga mengatakan, selain aplikasi Michat, para PSK ini sangat mudah ditemukan di kawasan Kebi.

"Sudah tempatnya disitu Bos," ungkap RM.

Setelah mendengar penjelasan singkat itu, serta ditunjukkan lokasi PSK biasanya mangkal, akhirnya Telisik.id berkesempatan berbincang langsung dengan seorang PSK di kawasan itu.

Baca juga: Berikut Nama dan Tugas Anggota Paskibraka Kota Kendari

Tak sulit menemukan wanita yang dicurigai sebagai PSK.

"Ada ka..? Ayo disini saja Kak," ujar wanita PSK berkaos hitam. Usianya jika ditaksir sekitar 20 tahun. Wanita itu memakai sepatu high heels merah, senyum semanis mungkin diukir di bibirnya.

Dandanannya sangat mencolok. Sambil sesekali mengangkat kedua alisnya, menandakan tawaran untuk berhubungan intim. Kata "disini saja" yang diucapkan wanita itu, merujuk pada ajakan untuk menawarkan jasanya terhadap setiap orang yang lewat, hal ini tentu dengan ongkos yang sudah disepakati sebelumnya.

Tawaran itu diperoleh Telisik.id saat menelusuri tempat yang diinformasikan RM sebelumnya. Terdapat banyak PSK yang mangkal disana. Sementara itu, tempat mangkal para PSK ini sangat terbuka dan mudah ditemukan.

Seorang wanita PSK, sebut saja Amel (bukan nama sebenarnya), kemudian bercerita, banyak sekali yang menginginkan jasanya terutama sejak berlakunya new normal saat ini.

"Biasanya yang paling banyak, om-om yang datang tawari Kak, tapi kalau mahasiswa juga ada," ungkapnya dengan nada pelan.

Amel mengatakan, rata-rata pria yang menggunakan jasanya adalah mahasiswa, malahan ia mengaku memiliki pelanggan tetap dari beberapa mahasiswa ini.

"Biasanya sih di kos, atau di hotel, tapi tergantung kita ji, yang penting nda disini mainnya," terang wanita itu.

Permainan cinta tidak dilakukan di tempat yang sama, melainkan diajak ke tempat yang sudah disiapkan oleh si wanita, atau biasanya disiapkan oleh pria, hal ini tergantung negosiasi dan kesepakatan kedua bela pihak.

Baca juga: Jumlah Positif COVID-19 di Sultra Bertambah Lagi 35 Kasus, Total 1202

Selain menjajakan diri, Amel juga memberikan foto teman-teman PSK-nya, untuk ditawari kepada para pria yang berminat.

Harga yang dipasok PSK bervariasi, mulai dari Rp 5 ratus ribu sampai dengan Rp 1 juta.

"Rp 5 ratus itu untuk setenga jam, kalau Rp 1 juta sampai pagi," terang amel.

Selanjutnya setelah ngobrol dari tempat tersebut, tepatnya di belakang taman Kebi, Telisik.id pun beranjak menuju depan cafe-cafe yang berjejeran di pinggir jalan Kebi.

Di sana terlihat sebuah cafe yang sangat mencolok, dengan suara wanita-wanita yang bernyanyi. Terlihat beberapa wanita dengan rok pendek, duduk di kursi. Sebagiannya lagi menyanyi dengan ditemani beberapa pria sembari berjoget.

Mencoba mencari tau, Telisik.id bertanya kepada pemilik cafe yang bersebelahan dengan cafe tersebut.

"Iya biasanya Mas, disitu juga mangkalnya," kata pria pemilik kafe sebelah. "Kalau mau order pergi saja disitu Mas," tambahnya dengan nada ketus.

Kendari Beach saat ini menjadi sudut tergelap di Kota Kendari, baik secara kiasan maupun harfiah. Meskipun terlihat ramai dipadati pengunjung yang sekedar ingin menikmati pisang epek, atau ingin bersantai sambil menatap Teluk Kendari, namun tidak terlepas dari bisnis esek-esek yang makin menjamur disana.

Reporter: Ahmad Sadar

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga