Kapal Pemudik Miring di Wakatobi, Penumpang Berdesakan hingga ke Atap
Zulkifli Herman Tumangka, telisik indonesia
Kamis, 19 Maret 2026
0 dilihat
Penampakan kapal Fungka Express yang dipenuhi penumpang hingga ke atap kapal saat hendak sandar di Pelabuhan Tomia. Foto: Ist.
" Sebuah video yang memperlihatkan kapal pemudik miring saat hendak sandar di Pelabuhan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (14/3/2026) lalu "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Sebuah video yang memperlihatkan kapal pemudik miring saat hendak sandar di Pelabuhan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (14/3/2026) lalu.
Dalam video yang beredar dan dilihat telisik.id, Kapal Motor (KM) Fungka Express 02 tampak dipadati penumpang hingga ke bagian atap. Puluhan penumpang terlihat berkumpul di bagian depan dan satu sisi kapal saat kapal mendekati dermaga, sehingga kapal tampak miring.
Kondisi itu terjadi saat penumpang bersiap untuk turun di pelabuhan tujuan. Banyak dari mereka naik ke bagian atas kapal untuk lebih dulu bersiap turun, yang kemudian menyebabkan beban tidak merata.
Baca Juga: Sepasang Pengendara Motor Asal Baubau Tewas Kecelakaan di Jalan Poros Kendari-Moramo
Menanggapi hal tersebut, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Wanci, Capt. Askarim, menegaskan bahwa kondisi kapal saat diberangkatkan sebenarnya dalam keadaan normal dan stabil, sesuai perhitungan keselamatan.
“Terkait beredarnya video kapal miring yang sempat viral beberapa hari lalu, kondisi kapal saat berangkat dalam keadaan normal dan stabil,” ujarnya saat ditemui di pelabuhan, Kamis (19/3/2026).
Meski tampak mengkhawatirkan, pihak berwenang memastikan kapal masih dalam kondisi aman dan tidak melebihi batas muatan.
Askarim juga menjelaskan bahwa kepadatan jumlah penumpang membuat kapasitas kapal kerap terlampaui. Namun, pihak pelabuhan memberikan dispensasi dengan tetap mempertimbangkan aspek keselamatan.
Baca Juga: Hepatirangga Warnai Malam Lailatul Qadar, Tradisi Turun-Temurun Jelang Idul Fitri di Wakatobi
“Kalau sesuai kapasitas, tidak semua penumpang bisa terangkut. Maka diberikan kebijakan dispensasi selama kapal masih dalam kondisi aman,” jelasnya.
Menurut Askarim, kemiringan terjadi saat kapal mendekati dermaga akibat pergerakan penumpang yang antusias ingin segera turun dan bertemu keluarga.
“Itu karena euforia penumpang saat mendekati pelabuhan tujuan. Mereka bergerak bersamaan ke satu sisi, sehingga kapal tampak miring. Namun saat berangkat, kondisi kapal sudah sesuai perhitungan dan aman,” jelasnya. (C)
Penulis: Zulkifli Herman Tumangka
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS