adplus-dvertising

Belum Tentu Pertanda Hamil, Kenali Penyebab Telat Datang Bulan

Sasmiraza, telisik indonesia
Kamis, 27 Mei 2021
1384 dilihat
Belum Tentu Pertanda Hamil, Kenali Penyebab Telat Datang Bulan
Kalender menstruasi, kesuburan wanita, masa ovulasi (pelacak datang bulan). Foto: Ist.

" Tidak setiap kasus telat haid pasti hamil, bisa jadi karena faktor stres, banyak pikiran, terlalu kecapean, atau bahkan mungkin karena ada masalah di dalam kandungannya. "

KENDARI, TELISIK.ID - Bagi pasangan menikah, biasanya ketika istri telat menstruasi, sering diartikan sebagai tanda hamil. Tapi ternyata, telat datang bulan ini tak selamanya menjadi pertanda hamil lho.

Sebenarnya telat datang bulan merupakan kondisi normal yang dialami kaum hawa. Biasanya haid yang datang terlambat beberapa hari juga bisa dipicu oleh kondisi lain.

"Tidak setiap kasus telat haid pasti hamil, bisa jadi karena faktor stres, banyak pikiran, terlalu kecapean, atau bahkan mungkin karena ada masalah di dalam kandungannya," ujar Arniyati Arif, asisten dokter kandungan di salah satu klinik di Kendari, Rabu (26/5/2021).


Lebih lanjut, Arni mengatakan selain itu ada faktor lain yang mempengaruhi siklus menstruasi wanita yang membuatnya telat datang bulan. Di samping itu, haid normal dilihat dari tiga hal, yaitu interval, lama dan volume darahnya.

"Harus dicari lebih jauh penyebab terjadinya jarang atau seringnya haid ini. Kalau perlu, jika Anda mengalami telat datang bulan hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan lamanya, segera datangi dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan," kata Arni.

Berikut tujuh kondisi yang bisa menyebabkan Anda telat datang bulan, seperti dilansir Suara.com dari Boldsky.

1. Berat badan turun secara drastis

Apabila Anda mengalami penurunan berat badan secara drastis, maka tubuh akan terhambat untuk menghasilkan estrogen. Sehingga, hal ini mempengaruhi siklus menstruasi Anda yang memicu telat datang bulan.

2. Olahraga berlebihan

Perempuan yang memiliki pola aktivitas fisik terlalu berlebihan berada pada risiko tinggi mengalami siklus menstruasi yang lebih lambat. Pasalnya kadar testosteron diproduksi berlebihan sehingga menciptakan ketidakseimbangan hormon yang memicu telat datang bulan.

3. Pil KB

Perempuan yang menjalani program KB dengan pola konsumsi pil biasanya telat mengalami datang bulan selama beberapa periode. Pasalnya kandungan dalam pil KB membuat tubuh mengalami ketidakseimbangan hormon untuk mencegah terjadinya kehamilan.

4. Monopause

Dalam kasus yang jarang terjadi, beberapa perempuan mengalami menopause dini sebelum berusia 40 tahun. Salah satu tandanya, mereka kerap mengalami telat datang bulan, tidak menstruasi sama sekali hingga beberapa gejala lainnya layaknya dialami perempuan menopause.

5. Stres

Stres dapat mempengaruhi hipotalamus di otak yang bertanggungjawab untuk memproduksi hormon. Ketika Anda berada pada stres yang ekstrim, ketidakseimbangan hormon terjadi dan haid pun datang terlambat.

6. Obat-obatan tertentu

Obat antibiotik, antidepresan jika dikonsumsi secra rutin bisa mempengaruhi keseimbangan hormon yang menyebabkan Anda terlambat datang bulan.

7. Menyusui

Para ibu menyusui juga cenderung mengalami keterlambatan dalam menstruasi karena hormon yang merangsang produksi ASI dapat menekan ovulasi. Akibatnya busui mengalami telat datang bulan.

Baca juga: 9 Hal Tentang Pria yang Wajib Diketahui Setelah Membangun Rumah Tangga

Baca juga: Motor Bebek Imut, Honda Perkenalkan Puko CC 110

Sementara itu, dilansir dari Alodokter.com ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan siklus menstruasi Anda berubah. Jika Anda mengalami telat menstruasi 1 minggu, beberapa kemungkinan yang dapat Anda  pikirkan adalah:

Kehamilan

Seperti yang telah disebutkan di atas, terlambat menstruasi umumnya merupakan tanda awal bahwa Anda sedang hamil. Untuk memastikannya, Anda dapat menggunakan testpack di rumah atau memeriksakan diri ke dokter.

Menyusui

Setelah melahirkan, dimulailah masa menyusui. Masa-masa ini sering kali menunda datangnya menstruasi pascamelahirkan.

Gaya hidup

Olahraga berlebihan, sering merokok, dan stres berat juga dapat membuat siklus menstruasi Anda bermasalah, salah satunya adalah telat menstruasi.

Perubahan berat badan

Adanya gangguan pola makan yang menyebabkan terjadinya penurunan berat badan secara drastis memungkinkan Anda mengalami perubahan siklus menstruasi. Kondisi ini kerap terjadi pada wanita penderita anoreksia nervosa. Selain itu, peningkatan berat badan yang berlebihan atau obesitas juga dapat menyebabkan menstruasi menjadi terlambat.

Kondisi medis

Ada sejumlah penyakit yang dapat memengaruhi siklus menstruasi. Di antaranya adalah penyakit tiroid, sindrom ovarium polikistik (PCOS), tumor hipofisis, penyakit kelenjar adrenal, kista ovarium, gangguan fungsi hati, dan diabetes. Penyakit-penyakit ini bisa menyebabkan berat badan turun drastis, membuat tubuh kekurangan nutrisi, serta menimbulkan gangguan fungsi hormon yang kemudian dapat menyebabkan menstruasi tidak terjadi.

Efek samping obat-obatan

Pil KB, obat yang mengandung hormon, kemoterapi, obat penurun tekanan darah, obat pengencer darah, obat antinyeri, obat antidepresan, dan obat epilepsi juga bisa membuat menstruasi tidak teratur.

Perimenopause

Kondisi ini merupakan masa di mana seorang wanita sudah mendekati waktu menopause. Wanita yang sudah memasuki usia 40 tahun biasanya mulai mengalami hal tersebut. Tanda dan gejala perimenopause meliputi menstruasi terlambat atau tidak teratur, sering berkeringat dan kepanasan di malam hari, susah tidur, serta vagina kering.

Banyak kemungkinan yang terjadi ketika Anda mengalami telat menstruasi hingga seminggu. Kepastian apakah Anda hamil atau sekedar mengalami terlambat menstruasi terkadang sulit untuk ditentukan. Karena itu, guna mendapatkan hasil yang akurat dan perawatan yang tepat sesuai kondisi, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. (B)

Reporter: Sasmiraza

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga