Oleh: Zaenal Abidin
Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia, periode 2012-2015
DALAM acara seminar kebangsaan dalam rangka memperingati HUT IDI ke 73 di Kota Lamongan, Jawa Timur (Senin, 23 Oktober 2004), tampil sebagai narasumber: Prof. Zainuddin Maliki (Anggota Komisi X DPR RI), Dr. dr. Moh. Adib Khumaidi, Sp.OT. (Ketua Umum PB IDI) dan Dr. dr. Sutrisno, Sp.OG (Ketua IDI Wilayah Jawa Timur). Tema yang diangkat, “Memperkuat Tradisi Luhur, Bersatu dan Mengabdi untuk Rakyat Indonesia.”
Ketika memberi tanggapan, penulis lebih fokus kepada upaya memperkuat tradisi luhur profesi dokter dalam hubungannya dengan pengabdian kepada masyarakat. Penulis memulai dari dignity profesi (dokter) dan mengapa profesi itu disebut jabatan mulia. Kemudian membicarakan bangunan rumah dokter Indonesia dan lingkungan yang berubah.
Seorang orator sekaligus penulis dan negarawan Romawi bernama Cicero (106-43 SM) telah menciptakan kata dignitas. Dalam hubungan dokter dan pasien, bila mengacu pada kata dignitas ciptaan Cicero ini akan mempertemukan dua dignitas, yakni dignitas dokter dan dignitas pasien.
