Penderita Hidrosefalus Bisa Ditangani di RS Bahteramas Sulawesi Tenggara
Musdar, telisik indonesia
Minggu, 18 September 2022
0 dilihat
Direktur RS Bahteramas, dr. H. Hasmudin menyampaikan, pasien hidrosefalus sudah bisa berobat di RS Bahteramas. Foto: Musdar/Telisik
" Saat ini, bahkan sejak 2021, pasien hidrosefalus tidak perlu lagi dirujuk ke RS luar Sulawesi Tenggara, karena RS Bahteramas sudah bisa menangani "
KENDARI, TELISIK.ID - Beberapa kali pasien penderita hidrosefalus dari Kota Kendari maupun kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara, harus dirujuk ke rumah sakit luar daerah untuk mendapatkan pengobatan.
Biasanya pasien hidrosefalus dari Sulawesi Tenggara dirujuk ke RS Sulawesi Selatan seperti RS Wahidin Makassar.
Alasan pasien selalu dirujuk ke RS lain, karena RS di Sulawesi Tenggara belum memiliki kelengkapan peralatan medis juga dokter ahli untuk menangani pasien hidrosefalus atau pembesaran bagian kepala.
Tetapi saat ini, bahkan sejak 2021, pasien hidrosefalus tidak perlu lagi dirujuk ke RS luar Sulawesi Tenggara, karena RS Bahteramas sudah bisa menangani pasien hidrosefalus.
RS Bahteramas memiliki dokter spesialis bedah saraf yang bisa mengobati pasien hidrosefalus. Foto: Musdar/Telisik
Direktur RS Bahteramas, dr. H. Hasmudin mengatakan, Bahteramas sudah punya dokter ahli bedah saraf yang dilengkapi dengan peralatan medis.
Dokter Hasmudin menerangkan, RS Bahteramas sudah banyak menangani pasien hidrosefalus.
Diketahui, hidrosefalus adalah penumpukan cairan di rongga otak, sehingga meningkatkan tekanan otak pada bayi dan anak-anak. Hidrosefalus membuat ukuran kepala membesar.
"Itu sudah bisa ditangani RS Bahteramas. Jadi pasien tidak perlu lagi dirujuk di RS lain," ucapnya, Minggu (18/9/2022)
Selain menangani pasien hidrosefalus, dokter spesialis bedah saraf yang ada di RS Bahteramas juga bisa menangani stroke, pecahnya pembuluh darah otak atau aneurisma otak, kanker atau tumor di otak, tengkorak, dan tulang belakang.
Kondisi lain seperti gangguan pada tulang belakang, seperti malformasi tulang belakang, saraf kejepit, dan peradangan pada tulang belakang yang mengganggu saraf.
Kemudian cidera pada tulang belakang, kepala, atau leher, gangguan pergerakan, seperti epilepsi, carpal tunnel syndrome, penyakit parkinson dan masih banyak lagi. (C-Adv)