KENDARI, TELISIK.ID - Tren tradwife (traditional wife), soft girl, dan feminine energy yang semakin populer di media sosial menuai perhatian kalangan akademisi.

Di balik konten estetik yang menampilkan sosok ibu rumah tangga ideal, tren tersebut dinilai berpotensi membatasi ambisi perempuan dan memperkuat standar ganda dalam masyarakat.

Dilansir dari theconversation.com, Rabu (3/6/2026), Dosen Universitas Brawijaya, Fitri Hariana Oktaviani, mengulas fenomena tersebut dalam artikel yang diterbitkan The Conversation Indonesia pada 3 Juni 2026.

Menurutnya, tren tradwife bukan sekadar pilihan gaya hidup, melainkan dapat menjadi mekanisme sosial baru yang secara halus mengarahkan perempuan kembali pada peran domestik.

Konten tradwife umumnya menampilkan perempuan yang bangun pagi, menyiapkan sarapan untuk keluarga, mengurus rumah dengan tenang, hingga menyambut suami sepulang kerja.