Program ANTAM di Konawe Utara Ubah Pekarangan Warga Mowundo jadi Sumber Pangan Berkelanjutan

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 25 Juni 2026
0 dilihat
Program ANTAM di Konawe Utara Ubah Pekarangan Warga Mowundo jadi Sumber Pangan Berkelanjutan
ANTAM dorong kemandirian pangan Desa Mowundo melalui pemanfaatan pekarangan rumah warga. Foto: Ist.

" Program PT ANTAM di Desa Mowundo, Konawe Utara, mendorong kemandirian pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah "

KONAWE UTARA, TELISIK.ID - Program PT ANTAM di Desa Mowundo, Konawe Utara, mendorong kemandirian pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan berkelanjutan masyarakat setempat secara berkelanjutan terpadu

Desa Mowundo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara, mulai mengembangkan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga melalui Program Mandiri Pangan: Edukasi Pertanian Pekarangan Rumah yang diinisiasi oleh PT ANTAM (Persero) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel Konawe Utara.

Program ini berlangsung selama tiga hari, 23–25 Juni 2026, dengan fokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam budidaya tanaman pangan skala rumah tangga.

Program tersebut disusun berdasarkan hasil Sustainable Livelihood Assessment (SLA) melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang dilakukan oleh Sofresh’na pada Desember 2025.

Hasil kajian menunjukkan bahwa pekarangan rumah memiliki potensi sebagai aset penting dalam mendukung ketahanan pangan keluarga di tingkat desa, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses distribusi pangan.

Baca Juga: ANTAM Dorong Desa Mowundo jadi Pilot Project Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Konawe Utara

Sebanyak 22 warga Desa Mowundo mengikuti pelatihan dengan metode praktik langsung. Setiap peserta mengelola 30 polybag yang ditanami lima komoditas utama, yaitu kangkung, sawi, tomat, cabai rawit, dan terong ungu.

Materi pelatihan mencakup persiapan media tanam, penyemaian benih, penanaman, pemeliharaan, panen dan pascapanen, analisis biaya produksi, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pengenalan hama dan karakteristik musim pada masing-masing tanaman.

Metode pelatihan dirancang dengan komposisi 70 persen praktik lapangan dan 30 persen diskusi. Pola ini digunakan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan teknis dalam mengelola tanaman secara mandiri di pekarangan rumah masing-masing.

Dalam pelaksanaan program, ANTAM melibatkan dua petani muda lokal Desa Mowundo, yakni Saddam dan Irfan, sebagai penggerak edukasi pertanian. Keterlibatan petani lokal ini menjadi bagian dari strategi agar transfer pengetahuan lebih mudah dipahami masyarakat, karena disampaikan oleh warga yang memiliki pengalaman langsung di lingkungan setempat.

Kegiatan pembukaan dihadiri Kepala Desa Mowundo Naniyatin, S.Pd., Kepala Kecamatan Molawe Bahrun, S.Sos., Sekretaris Dinas Pertanian Konawe Utara Alham Kurniawan, S.P., M.M., serta perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan jajaran pemerintah daerah.

Pembukaan program juga ditandai dengan penyerahan sarana produksi pertanian (saprotan) kepada peserta sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Sekretaris Dinas Pertanian Konawe Utara, Alham Kurniawan, menekankan pentingnya pola tanam berkelanjutan dalam pengelolaan pekarangan. Ia menjelaskan bahwa sistem tanam bergilir perlu diterapkan agar produksi tanaman dapat terus berlangsung tanpa jeda panjang.

Baca Juga: PWAT dan CSR PT ANTAM Jalin Kedekatan dengan Siswa Lewat Kegiatan Edukasi dan Bantuan Sekolah Konawe Utara

Ia juga menyoroti perbedaan karakteristik tiap komoditas, mulai dari kebutuhan nutrisi, kondisi tanah, hingga waktu tanam yang harus diperhatikan secara teknis oleh peserta.

CSR & ER Bureau Head PT ANTAM, Fachrul Mujahid, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

“Harapan kami, peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing sehingga manfaat program dapat berkembang lebih luas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

Program Mandiri Pangan ini akan dilanjutkan dengan pendampingan langsung di pekarangan peserta serta monitoring berkala selama enam bulan hingga Desember 2026. Pendampingan difokuskan pada keberlanjutan produksi serta penguatan kemampuan masyarakat dalam mengelola pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. (D-Adv)

Penulis: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga