Waspada, 5 Dampak Buruk Penggunaan Kipas Angin Bagi Bayi

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Selasa, 04 Januari 2022
0 dilihat
Waspada, 5 Dampak Buruk Penggunaan Kipas Angin Bagi Bayi
Ilustrasi penggunaan kipas angin pada bayi. Foto: Repro sehatq.com

" Penggunaan kipas angin diperlukan agar kondisi suhu di dalam ruangan bisa kembali normal "

KENDARI, TELISIK.ID - Kipas angin seringkali jadi solusi untuk mendinginkan suasana saat musim panas. Hal itu dilakukan tidak hanya saat bersantai, tapi juga ketika tidur.

Bahkan tak jarang penggunaan kipas angin diperlukan agar kondisi suhu di dalam ruangan bisa kembali normal. Kipas angin pun dirasa sangat diperlukan agar si Kecil tidak merasa kepanasan. 

Walaupun kipas angin mampu membantu menyejukkan kamar bayi, namun perlu diketahui bahwa ada aturan di mana udara yang dihasilkan oleh kipas angin tidak boleh diarahkan langsung ke tubuhnya, karena bisa membahayakan kesehatan si Kecil. 

Mengutip Popmama.com, berikut informasi mengenai bahaya penggunaan kipas angin untuk kesehatan bayi:

1. Debu atau kotoran masuk ke paru-paru mengakibatkan infeksi pernapasan

Penggunaan kipas angin secara langsung ke tubuh bayi akan berdampak buruk untuk kesehatan, apalagi jika kebersihannya tidak dijaga dengan baik.

Maka kebersihan kipas angin secara konsisten perlu sekali diperhatikan. 

Kipas angin yang kotor dan jarang dibersihkan dapat menurunkan kualitas udara saat dihirup oleh si Kecil. Debu atau kotoran dengan mudah terbawa angin. 

Perlu diingat bahwa walaupun kipas angin memiliki filter penyaring debu, namun tidak menutup kemungkinan berbagai debu atau kotoran yang menempel bisa terhirup oleh si Kecil.  Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin dapat memicu infeksi saluran pernapasan.

Sebelum berdampak buruk untuk kesehatan si Kecil, perlu rajin membersihkan berbagai sisi kipas angin terutama dibagian baling-balingnya. 

2. Udara dingin memicu terjadi masalah pada otot bayi

Saat kipas angin terus dipakai untuk menjaga agar suhu kamar tidak panas, namun tanpa disadari diam-diam dapat berdampak buruk.

Pasalnya, paparan angin secara langsung ke tubuh bayi dapat memicu terjadinya masalah otot. 

Suhu dingin pada tubuh bayi perlahan-lahan berisiko terhadap penurunan produksi pelumas cairan otot serta bagian sendi.

Penggunaan kipas angin inilah yang dapat menyebabkan otot menjadi kaku dan berisiko terkena nyeri otot, sehingga membuat si Kecil menjadi lebih rewel karena kesakitan. 

Maka perlu memerhatikan kondisi ini karena bayi belum bisa berbicara dan mengutarakan kalau ototnya terasa nyeri. 

3. Mengalami penurunan suhu tubuh hingga hipotermia 

Dilansir dari Today Parent, penggunaan kipas angin untuk bayi terutama di dalam kamar tentu sangat berguna untuk memastikan sirkulasi udara tetap baik.

Baca Juga: Simak 6 Manfaat Minum Teh di Pagi Hari

Namun penggunaan kipas angin tetap ada aturannya, yakni usahakan tidak mengarahkannya langsung ke tubuh bayi. 

Jika udara yang dihasilkan oleh kipas angin langsung ke arah si Kecil, bisa saja berdampak buruk untuk kesehatannya seperti hipotermia. Apalagi udara yang dikeluarkan kipas angin membuat seisi ruangan bersuhu lebih dingin untuk kulit bayi. 

Saat mengalami hipotermia, tanpa disadari suhu tubuh si Kecil akan berkurang drastis dari suhu yang seharusnya.

Sebagai orangtua, Mama perlu ketahui bahwa penurunan suhu tubuh bayi yang berada di bawah batas normal tentu akan berbahaya untuk kesehatannya. 

4. Meningkatkan risiko bayi mengalami dehidrasi

Penggunaan kipas di dalam kamar bayi memang bertujuan baik yaitu ingin membuat si Kecil tidak mudah gerah. Namun, perlu diketahui bahwa pemakaian kipas angin yang diarahkan langsung ke tubuh si Kecil hanya akan membuatnya kekurangan cadangan air.

Jika pemakaian tersebut terus dilakukan dengan mengarahkan langsung ke tubuh bayi, maka bayi berisiko untuk mengalami dehidrasi dan kulit pun menjadi kering.

Hal ini diakibatkan karena air yang berguna untuk menjaga kelembapan kulit semakin menipis dan berkurang. 

Baca Juga: Ini 6 Cara Cegah Anak Jatuh Sakit di Musim Hujan

Ketika asupan cairan di dalam tubuh berkurang dan menyebabkan dehidrasi, biasanya si Kecil akan memperlihatkan sebuah tanda seperti seringkali merasa kehausan karena penggunaan kipas angin yang terlalu lama. 

5. Bayi berisiko mengalami sinusitis

Sinusitis tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa saja, namun juga pada bayi. Sinusitis pada bayi bisa dipicu akibat udara yang dihasilkan oleh kipas angin membuat suhu udara dingin. 

Kondisi inilah yang mampu menyebabkan selaput lendir dalam hidung juga bisa mengering. Jika kondisi selaput lendir dalam hidung semakin kering, maka produksi lendir juga akan semakin banyak. 

Produksi lendir berlebih akan berbahaya karena dapat menganggu saluran pernapasan, sehingga memicu iritasi sinus. 

Kondisi sinusitis ini tak bisa dianggap remeh karena dapat menjadi sumber infeksi di bagian susunan saraf pusat, seperti meningitis atau radang otak. Tak hanya itu, si Kecil pun dapat memiliki daya tahan tubuh yang kurang baik. (C)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Kardin

Baca Juga