2 Tahun di Loka Meohai Kendari Sepasang Rungu Wicara Ikat Janji Suci

Ibnu Sina Ali Hakim

Reporter

Jumat, 28 Februari 2020  /  4:49 pm

Salma dan Asnawi ketika menikah 2019 lalu. Foto: Istimewa

2 Tahun di Loka Meohai Kendari Sepasang Rungu Wicara Ikat Janji Suci 

KENDARI. TELISIK.ID - Cinta selalu datang pada waktu yang tepat, tempat yang tepat dan tidak pernah tersesat, sebagaimana yang dialami oleh pasangan rungu wicara, Salma (22) dan Asnawi (22), yang mengikat cinta mereka dengan janji suci pernikahan setelah bertemu dan mengikuti program layanan Rehabilitasi Sosial di Loka Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (LRSPDSRW) Meohai Kendari.

Pertemuan keduanya berawal sejak tahun 2016 hingga 2018, saat menempuh terapi Vokasional di LRSPDSRW Meohai Kendari. Sebelumnya Salma dan Asnawi belum ada ketertarikan satu sama lain. Namun, usai menempuh terapi dan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing, komunikasi intens terjalin diantara keduanya hingga menimbulkan benih cinta.

Bak gayung bersambut, orangtua Salma dan Asnawi merestui hubungan keduanya hingga terjadilah pernikahan pasangan Rungu Wicara pada 24 November 2019 lalu.

Kepala LRSPDSRW Meohai Kendari, Budi Sucahyono, S.ST., MM menuturkan bahwa, pasangan Salma dan Asnawi merupakan penerima manfaat yang sangat menonjol dibandingkan penerima manfaat lainnya.

"Selama mereka mendapatkan terapi vokasional di LRSPDSRW Meohai Kendari, mereka sangat menonjol, hasil asesmen kami menunjukkan bahwa Salma dan Asnawi mempunyai bakat yang sama yakni di bidang vocasional/keterampilan tata rias. Hasil merias Salma dan Asnawi sangat bagus dan rapi," ungkapnya, Jumat (28/2/2020)

Baca Juga : Kakek Tinggal di Gubuk Reot, Wali Kota Tawari Rumah Baru

Berkat bantuan modal dari Kementerian Sosial, melalui LRSPDSRW Meohai Kendari, kini Salma dan Asnawi telah sukses mendirikan sebuah salon yang  berdiri tepat di pinggir jalan poros Desa Asao, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Dengan usahanya itu mereka bisa memiliki penghasilan Rp 2 juta sampai Rp 3 juta setiap bulannya.

Hal tersebut tentunya selaras dengan harapan pihak pemberi layanan Rehabilitasi sosial di LRSPDSRW Meohai, agar pasca menempuh terapi, penyandang disabilitas rungu wicara mampu menopang kehidupannya secara mandiri.

"Inilah yang menjadi harapan kami, setelah mereka mendapatkan terapi vocasional di LRSPDSRW, mereka bisa lebih mandiri secara sosial dan ekonomi tanpa menggantungkan hidup kepada kedua orangtua mereka," ujar Budi Sucahyono

Baca Juga : BNNP Sultra Siap Putuskan Mata Rantai Peredaran Narkoba

Pasangan Rungu Wicara yang pernah viral saat melangsungkan pernikahan mereka pada November lalu, kini semakin sibuk mengelolah usaha salon mereka yang mulai terkenal di Kabupaten Konawe.

Demikianlah perjalanan hidup seseorang tak ada yang bisa menebak,  sekalipun memiliki keterbatasan tetapi tetap mampu menunjukkan kelebihannya di tengah kultur masyarakat yang masih memandang lemah penyang disabilitas.

Baca Juga : Capai Puncak dari Golongan Rendah

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim
Editor: Rani