Ahuawali, 'Negeri di Atas Awan'

Tim Telisik

Reporter

Minggu, 04 Januari 2026  /  11:19 am

Eksebisi paralayang di Puncak Ahuwali oleh tim Elang Tenggara Paralayang, salah satu operator layanan wisata paralayang di Sultra. Foto: ig @elang_tenggara_paralayang

SEJAK satu dekade silam, Puncak Ahuawali telah menjadi primadona bagi para pendaki dan petualang di Bumi Anoa. Lautan awan yang memukau, padang savana yang menghijau, dan jalur pendakian yang menantang adalah sensasi unik di puncak tersebut.

Setiap akhir pekan, puluhan hingga ratusan pendaki dengan carrier di punggung mulai antri menjejaki jalur menuju puncak setinggi 308 MDPL. Jejeran tenda warna warni di antara kabut gunung dan awan pagi menjadi pemandangan khas.

Selain penapak jalur yang menjejakkan kakinya menuju puncak, tak jarang pula komunitas motor trail menguji adrenalin dan kemampuan mesin dengan berkendara menuju Puncak Ahuawali.

Menguji skill melawan jalur terjal menuju puncak Ahuawali dengan motor trail tentu menjadi pengalaman dan sensasi tersendiri bagi trail enthusiast, yang terbilang sebagai hobi mahal karena membutuhkan kendaraan dan peralatan khusus.

Tapi kedepan kita tidak hanya bisa eksplorasi jalur terjal nan menantang menuju Puncak Ahuawali, atau merasakan sensasi berdiri di tengah lautan kabut sembari menunggu matahari terbit di ufuk timur nun jauh.

Panorama Puncak Ahuwali di pagi hari tanpa kabut. Puncak ini berada di Desa Ahuawali, sebuah desa di Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe. Foto: Ist.

 

Selain jalur, puncak dan kabutnya, kita juga bisa mengeksplorasi sensasi bermain di tengah awan putih yang menggantung di angkasa. Caranya!, dengan menggunakan peralatan paralayang.

Paralayang adalah wahana baru yang saat ini tengah dikembangkan Dinas Pariwisata (Dispar) Konawe untuk menambah nilai jual kawasan wisata yang berada di Desa Ahuawali, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe ini.

Baca Juga: Wisata Sejarah: Peninggalan Kolonial Belanda dan Jepang di Kota Kendari

Rencananya, tahun 2026, paralayang sudah akan dibuka bagi masyarakat yang ingin mencoba merasakan sensasi bermain di atas awan Ahuawali, untuk melihat kemegahan alam Bumi Konawe.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe Mukmin Doa mengungkapkan, sejumlah persiapan sarana saat ini terus dituntaskan untuk wahana permainan terjun payung itu.

Eksebisi paralayang di Puncak Ahuwali oleh tim Elang Tenggara Paralayang, salah satu operator layanan wisata paralayang di Sultra. Foto: ig @elang_tenggara_paralayang

 

Diantaranya pelatihan instruktur lokal yang telah dilaksanakan sejak beberapa waktu lalu, hingga penyediaan peralatan paralayang yang nantinya akan disewakan kepada pengunjung.

Rencana akan dibuka tahun depan, nanti akan nada event paralayang nasional yang digelar sebagai rangkaian launching wahana paralayang di Puncak Ahuwali.

Mukmin mengungkapkan, paralayang dipilih menjadi wahana baru setelah dinyatakan lolos uji dan sertifikasi dari organisasi paralayang, untuk melihat kelayakan kondisi alam dan konturnya.

Dari hasil uji itu, Puncak Ahuwali dinyatakan layak dan cocok untuk wisata dan olahraga paralayang baik untuk titik penerjunan maupun pendaratannya. Untuk itu, pelatihan instruktur lokal saat ini terus dilakukan.

Nantinya, dengan adanya wahana paralayang di Puncak Ahuwali, akan menjadikan kawasan wisata alam tersebut menjadi destinasi andalan untuk wisata minat khusus, bagi pecinta adrenalin dan petualangan.

Sensasi Terbang di Puncak Ahuawali

Paralayang di Puncak Ahuawali bukan hanya tentang olahraga ekstrem, melainkan tentang menemukan keindahan dari sudut pandang baru. Petualangan yang tak hanya memacu jantung, tetapi juga menenangkan jiwa.

Puncak Ahuawali memang sudah lama dikenal dengan sensasi pemandangan ikonik —‘Negeri di Atas Awan’— yang biasanya dinikmati dengan tegak berdiri di pagi buta tepat di titik puncak 308 MDPL.

Bersamaan matahari terbit, pemandangan lautan awan di lereng-lereng pegunungan  jejeran Puncak Ahuwali mulai nampak sebelum menghilang tersapu angin dalam beberapa jam kedepan.

Dengan menggunakan paralayang, kita tidak hanya melihat gumpalan awan yang tampak smooth dari kejauhan. Gumpalan awan yang bertahta di angkasa bisa kita sentuh dengan tangan sendiri dan kemudian masuk di tengahnya.

Baca Juga: Desa Wisata Namu Raih Juara 3 Nasional di Wonderful Indonesia Award 2025

Tidak hanya itu, panorama hamparan padang savana yang menghijau memanjakan mata. Lembah-lembah di jejeran punggungan dan rumah warga Desa Ahuawali juga akan menjadi pemandangan kanvas alam yang memukau.

Melayang melintasi punggung bukit Teletubbies yang ikonik, melihat hamparan hijau yang membentang luas. Saat kabut sesekali terbuka, melihat mosaik sawah dan perkebunan di Bumi Konawe yang tertata rapi sungguh memanjakan mata.

Permainan paralayang adalah permainan perspektif, sebuah pandangan utuh tentang kekayaan alam Bumi Konawe yang tersembunyi. Sebuah pengalaman yang mustahil didapatkan dari sudut pandang trekking biasa. (*)

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS