Aktif Sejak 2025, Sekolah Rakyat Kendari Siap ke Gedung Baru

Wa Ode Marfat

Reporter

Jumat, 17 Juli 2026  /  8:27 am

Proses belajar mengajar sekolah rakyat sementara di gedung BPVP Kendari. Foto: Wa Ode Marfat/Telisik

KENDARI, TELISIK ID - Meski gedungnya belum rampung, program Sekolah Rakyat di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), sudah resmi berjalan sejak September 2025. Proses belajar mengajar sementara dilaksanakan di gedung Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas/BPVP Kendari.

Wakil Kepala Sekolah Rakyat Kendari, Ria Lisdayanti, S.S mengatakan, siswa tetap bisa belajar dengan nyaman meski menumpang fasilitas sementara.

"Gedung resmi Sekolah Rakyat akan mulai digunakan pada 27 Juli mendatang. Saat ini kami masih di BPVP sambil menunggu pembangunan selesai," ujar Ria saat ditemui di sela kegiatan belajar, Rabu (15/7/2026).

Kata Ria Lisdayanti, sekolahnya memiliki fasilitas lengkap, siswa tinggal fokus belajar. Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama. Nantinya semua kebutuhan siswa akan dipenuhi di lingkungan sekolah.

"Semua fasilitasnya lengkap, mulai dari lapangan olahraga, asrama siswa, asrama guru-guru juga ada. Kemudian ada juru masak juga di setiap asrama. Jadi mereka hanya fokus belajar saja," jelas Ria Lisdayanti.

Baca Juga: Pemprov Sultra Rekrut Lagi Siswa Sekolah Rakyat Setelah Pembangunan Gedung Rampung

Sekolah juga menyiapkan ruangan khusus untuk orang tua yang ingin mengunjungi anak-anaknya selama masa pendidikan.

Saat ini jumlah siswa Sekolah Rakyat Kendari tercatat 87 orang, dengan 16 guru yang mengajar.

Belajar dengan Kurikulum "Multi Entri Multi Exit" yang membedakan Sekolah Rakyat dengan sekolah pada umumnya adalah sistem pembelajarannya. Sekolah ini menggunakan kurikulum.

"Kurikulum ini menyesuaikan dengan kemampuan siswa. Karena beberapa siswa ada yang memiliki keterbatasan dalam belajar, sehingga banyak dari mereka yang ketinggalan belajar. Guru-guru kami fokus pada pembelajaran dengan kurikulum khusus Sekolah Rakyat tersebut," terangnya.

Sistem ini memberi ruang bagi siswa untuk masuk dan keluar sesuai kesiapan belajarnya, tanpa harus tertinggal jauh karena perbedaan kemampuan.

Sekolah Rakyat tidak melakukan pendaftaran umum. Semua data siswa berasal dari Dinas Sosial, sekolah hanya melakukan verifikasi untuk penerimaan siswa.

Baca Juga: Dua Menteri Tinjau SRMP 25 Kendari, Sentra Meohai jadi Garda Terdepan Pengembangan Sekolah Rakyat di Sultra

"Dari segi penerimaan siswa, datanya semua dari Dinas Sosial. Mereka yang menentukan kelayakan siswa tersebut. Makanya pihak sekolah meninjau kembali ke lapangan apakah data yang diterima dari Dinas Sosial tersebut sesuai atau tidak," ujarnya.

Langkah verifikasi lapangan ini dilakukan agar bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran kepada anak-anak yang membutuhkan.

Dengan dimulainya pembelajaran sejak September 2025 dan dukungan fasilitas asrama yang akan segera ditempati akhir Juli 2026, Sekolah Rakyat Kendari diharapkan bisa menjadi jawaban bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa sekolah tanpa beban biaya. (C)

Penulis: Wa Ode Marfat

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS