AMB Kendari Buka Prodi D4 Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik, Cetak SDM Unggul untuk Industri Pertambangan
Reporter
Minggu, 12 April 2026 / 11:38 am
Direktur Akademi Manajemen Bisnis Kendari, Dr. Ahmad Hamid. Foto: Ana Pratiwi/Telisik
KENDARI, TELISIK.ID - Akademi Manajemen Bisnis (AMB) Kendari resmi membuka program studi (Prodi) baru D4 Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Sektor Publik.
Langkah strategis ini diambil guna mencetak tenaga kerja lokal yang mampu bersaing di tengah pesatnya industri pertambangan di Sulawesi Tenggara.
Direktur AMB Kendari, Dr. Ahmad Hamid, menjelaskan bahwa prodi ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja yang spesifik, sekaligus menjadi solusi bagi peningkatan kualifikasi pendidikan para pegawai.
"Alasan mendasar kami adalah untuk mengakomodasi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), terutama yang masih lulusan SMA, agar memiliki pendidikan yang linear dengan pekerjaan mereka," ujar Dr. Ahmad Hamid saat ditemui di ruang kerjanya.
Kurikulum prodi anyar ini tergolong unik dan adaptif. Mahasiswa tidak hanya belajar teori manajemen, tetapi wajib menguasai Bahasa Mandarin dan Bahasa Jepang sebagai mata kuliah unggulan guna mempermudah penyerapan kerja di perusahaan tambang internasional.
Baca Juga: AMB Kendari dan Pemkab Konawe Teken MoU Pengabdian dan Beasiswa Penuh hingga Lulus
Selain fokus pada industri, AMB juga memberikan kemudahan akses pendidikan melalui program beasiswa. Mahasiswa ber-KTP Kabupaten Konawe dan Konawe Utara (Konut) dapat menikmati fasilitas bebas SPP berkat kerja sama yang telah terjalin.
Pihak kampus juga tengah memproses tambahan kuota beasiswa KIP Kuliah, bantuan dari Basnas, hingga beasiswa Pemerintah Provinsi. Untuk angkatan pertama, AMB membatasi kuota hanya 50 mahasiswa guna menjaga kualitas pembelajaran yang berbasis vokasi.
Baca Juga: AMB Kendari dan STIE Pelita Buana Makassar Teken MoU Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi
Terkait biaya, AMB menawarkan skema yang cukup kompetitif yakni Rp2 juta per semester untuk kelas reguler dan Rp2,5 juta untuk kelas karyawan. Sistem pembayarannya pun dibuat fleksibel agar tidak memberatkan mahasiswa.
"Yang penting ada kemauan untuk belajar, urusan pembayaran bisa didiskusikan. Kami ingin memastikan semua orang bisa kuliah," tambah Dr. Ahmad dengan nada optimis.
Saat ini, AMB Kendari tengah membidik akreditasi "Unggul" dari Lamemba. Bagi masyarakat yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan melalui situs ecampus.amb-kendari.ac.id atau datang langsung ke kampus AMB Kendari. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS