Aneh Warga Dilarang Mudik, TKA China Malah Didatangkan

Fitrah Nugraha

Reporter

Kamis, 30 April 2020  /  5:21 am

Sejumlah TKA asal China yang dipekerjaan di Indonesia. Foto: harianterbit.com

KENDARI, TELISIK.ID - Sejumlah masyarakat merasa marah terhadap kebijakan pemerintah yang memberikan ruang bagi 500 TKA asal China ke industri smelter PT VDNI di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

Mengingat, belum lama ini pemerintah telah menginstruksikan kepada masyarakat agar tidak mudik sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19, tapi malah membukakan pintu bagi TKA China datang di Sultra.

"Masyarakat dilarang mudik, sementara TKA asal China malah didatangkan. Maka kami sebagai masyarakat Sultra menolak keras, meski dengan alasan apapun," ujar Husain Harun Akuba, warga Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Rabu (29/4/2020).

Baca juga: Dampak Ekonomi Pandemi Bisa Lebih Buruk, Perempuan Solusinya

Senada dengan itu, salah seorang warga asal Konawe, Mohammad Ardi Agung juga mengutarakan kekecewaannya terhadap pemerintah yang membiarkan TKA China datang ke Sultra.

Dimana, kata dia, kekecewaan dan rasa marah ini wajar, karena bagaimana mungkin pemerintah malah membiarkan pekerja asing datang untuk dipekerjakan.

Padahal saat ini begitu banyak rakyat yang kena PHK sehingga sulit mendapatkan lapangan kerja, ditambah juga berbagai aturan yang ketat terhadap transportasi udara domestik, tetapi pemerintah justru mengimpor 500 TKA.

"Jika 500 TKA ini benar-benar datang ke Sultra, maka ini kebijakan amat zalim di tengah wabah COVID-19," tegasnya.

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Rani