KENDARI, TELISIK.ID - Perusahaan yang terdampak pandemi COVID-19 di seluruh Indonesia baik formal maupun informal kurang lebih 114.000. Perempuan bisa menjadi kanal dalam penanganan dampak krisis ekonomi akibat pandemi ini.

Menurut Ekonom Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari), Samsul Anam SE MECDev dalam diskusi online yang digelar oleh Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) Kota Kendari Rabu (29/04/2020), perekonomian negara kita telah mengalami tekanan jauh sebelum COVID-19 merambah. Dalam studi ekonomi, saat terjadi perlambatan dan kontraksi ekonomi maka akan berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran dan kemiskinan.

Ia kemudian mengemukakan model-model sebagai dampak ekonomi pandemi. Dekan FEBI UM Kendari itu memprediksi pengangguran pada keadaan buruk bisa mengalami peningkatan 7 sampai 9 persen. Untuk kemiskinan dalam keadaan buruk bisa bertambah hingga  2,5 juta sampai 3,7 juta, dan dalam skenario sangat buruk hingga 5,23 juta orang.

"Sementara pengangguran terbuka bisa lebih buruk dari angka-angka yang dirilis pemerintah," ungkapnya.

Dalam masa pandemi COVID-19 banyak perusahaan terdampak merumahkan karyawan. Pria kelahiran Baubau ini kemudian menunjukkan data-data bahwa karyawan yang dirumahkan sudah mencapai 1,2 juta pekerja di sektor formal dan yang mengalami pemutusan hubungan kerja sekitar 200 ribu.