Warga Segel Kantor Desa Tampara Wakatobi dan Minta Bupati Copot Pj Kades
Zulkifli Herman Tumangka, telisik indonesia
Minggu, 22 Februari 2026
0 dilihat
Kantor Desa Tampara, Kecamatan Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi yang disegel dan disertai coretan tuntutan warga. Foto: Ist.
" Kantor Desa Tampara mengalami penyegelan oleh warga sebagai bentuk protes terhadap dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa, Syarifuddin. Penyegelan kantor desa terjadi pada Sabtu (21/2/2026) pagi "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Kantor Desa Tampara mengalami penyegelan oleh warga sebagai bentuk protes terhadap dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa, Syarifuddin. Penyegelan kantor desa terjadi pada Sabtu (21/2/2026) pagi.
Aksi ini dipicu oleh adanya indikasi penyelewengan dana, serta honorarium perangkat desa, yang berimplikasi pada terhentinya pelayanan publik selama dua bulan terakhir.
Hal ini dilakukan karena ada pengabaian tanggung jawab dan inkonsistensi kehadiran Pj. Kepala Desa, Syarifuddin, di kantor selama beberapa bulan terakhir.
Riski, perwakilan pemuda Desa Tampara, menyatakan bahwa mosi tidak percaya masyarakat terhadap kepemimpinan Syarifuddin berujung pada pemboikotan kantor desa hingga menuntut penunjukan penjabat sementara.
Baca Juga: Harga Kebutuhan Pokok di Baubau Naik Saat Ramadan
Ia menyampaikan bahwa merespons keresahan warga, berbagai laporan krusial terkait dugaan maladministrasi oleh Pj Kepala Desa kini mencuat ke permukaan.
Rentetan persoalan mencakup tunggakan honorarium perangkat desa periode 2024-2025 hingga dugaan penyimpangan dana BUMDes.
"Tak hanya itu, sorotan tajam juga tertuju pada indikasi program fiktif serta ketidakjelasan proyek rehabilitasi gedung TK yang hingga kini menjadi tuntutan utama masyarakat" terangnya.
Upaya mediasi yang dipelopori oleh Rizki tetap menemui jalan buntu.
Sebelumnya, kesepakatan antara masyarakat dan Camat Kaledupa Selatan, Aslam Sah, telah memberi mandat waktu dua minggu bagi Pj. Kepala Desa untuk menuntaskan berbagai persoalan desa.
Namun, janji tersebut tidak terealisasi hingga pertemuan kembali digelar pada Kamis (10/2/2026) dua pekan lalu.
Kondisi di lapangan sempat memanas akibat kekecewaan masyarakat terhadap sikap camat yang tidak membawa solusi nyata, serta mangkirnya Pj. Kepala Desa dari hadapan publik.
Atas hal tersebut, pihak camat menyerahkan sepenuhnya penyelesaian sengkarut tata kelola desa ini kepada masyarakat melalui jalur hukum.
Di kesempatan sama tokoh pemuda setempat, Hasman, mengungkapkan bahwa carut-marut kepemimpinan Pj. Kepala Desa Tampara sudah berlangsung lama.
Baca Juga: Lampu Padam di Sejumlah Wilayah Kota Baubau, Warga Sahur dalam Kegelapan
Sebelumnya Hasman menyoroti tindakan sepihak Syarifuddin dalam merombak perangkat desa tanpa koordinasi dengan pihak kecamatan maupun warga.
Tak hanya masalah administrasi, Hasman juga membeberkan dugaan penyalahgunaan bantuan nelayan berupa perahu bermesin yang dialokasikan kepada perangkat desa, alih-alih kepada masyarakat yang berhak.
"Selain jarang berkantor karena lebih sering berada di pusat kabupaten (Wangi-wangi), kinerja Pj. Kades ini sangat mengecewakan pelayanan publik," tegas Hasman.
Atas dasar tersebut masyarakat mendesak Bupati Wakatobi, Haliana, untuk segera mencopot Syarifuddin, dan menunjuk pelaksana baru yang bertanggung jawab, serta mendukung proses hukum atas dugaan pelanggaran yang dilakukan. (B)
Penulis : Zulkifli Herman Tumangka
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS