Arkeolog Temukan Makam Sinterklas di Bawah Gereja Bizatium, Turki

Nur Khumairah Sholeha Hasan

reporter

Kamis, 20 Oktober 2022  /  9:03 am

Makam sinterklas yang berada di bawah gereja di Bizatium, Turki, ditemukan oleh para arkeolog. Foto: Repro Dailymail.co.uk

ANTALYA, TELISIK.ID - Bagi penganut Kristiani, sinterklas bukanlah sesuatu yang asing. Sinterklas adalah Santo Nikolas, merupakan seorang Uskup Myra di Asia Minor atau Asia Kecil pada paruh pertama abad keempat.

Sosok Santo Nikolas ini dipandang sebagai santo pelindung bagi anak-anak. Sedangkan Santa Claus adalah karakter yang dibuat-buat berdasarkan Sinterklas dan Father Christmas.

Melansir Dailymail.co.uk, para arkeolog menemukan makam sinterklas yang berada di bawah gereja di Bizatium, Turki. Gereja tersebut dibangun di atas fondasi basilika.

Sebelumnya pada 2017, para ahli melakukan pekerjaan di situs itu, mereka menemukan celah di bawah lantai gereja dan menghabiskan beberapa tahun terakhir dengan hati-hati melepas lantai mosaik untuk mengungkap fondasi kuno. Gereja kuno di Turki itu tenggelam oleh naiknya permukaan laut di Mediterania selama abad pertengahan.

Baca Juga: Tak Hanya Kentut Hewan Ternak, Negara Ini Kenakan Pajak Bernafas dan Jomblo

Mengutip Gatra.com, Santa Claus dianggap sebagai tokoh suci yang hidup antara 270 dan 343 M, paling terkenal karena mewarisi uang yang dia berikan kepada orang miskin dan khususnya kisah tentang bagaimana dia memberi tiga gadis tas emas untuk menyelamatkan mereka dari kehidupan pelacuran.

Penemuan mengklaim bahwa Santa Nicolas hidup dan mati di Turki dan tim juga mengumumkan bahwa lantai batu yang sama yang ditemukan bersembunyi di bawah lapisan sedimen juga diinjak sosok beragama Kristen.

Baca Juga: Peneliti Temukan Nasib Es di Benua Antartika yang Semakin Menipis

Gereja Bizantium yang dibangun di atas fondasi kuno adalah tempat ibadah umat Kristen Ortodoks antara abad ke-5 dan ke-12 yang kelilingi oleh patung-patung Santa Nicholas. Penemuan itu juga ditambahkan ke daftar situs Warisan Dunia UNESCO pada 1982.

Gereja Bizantium dirusak dan dipugar beberapa kali selama abad ke-8 dan ke-9, menurut dewan pelestarian warisan di Antalya. Organisasi itu mencatat gereja itu telah dibangun kembali secara besar-besaran oleh Konstantinus IX pada tahun 1043 dan Tsar Nicholas I pada tahun 1862, yang menambahkan sebuah menara. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Haerani Hambali