Bahlil Siapkan Program Kompor Listrik Nasional Tahun Depan, Segini Besaran Anggarannya

Ahmad Jaelani

Reporter

Rabu, 17 Juni 2026  /  1:10 pm

Kementerian ESDM siapkan program kompor listrik 2027 untuk kurangi ketergantungan impor LPG. Foto: Repro Kompas

JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan program kompor listrik yang direncanakan mulai berjalan pada 2027.

Program ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi energi nasional untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, saat ini sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari impor. Kondisi tersebut, menurut dia, berdampak pada tingginya pengeluaran devisa negara setiap tahun.

“Dalam rangka kita mendorong bauran energi, kita akan tahu bahwa LPG itu 80% kita impor. Dan devisa kita setiap tahun keluar untuk LPG minimal Rp120 triliun. Pada harga saat ICP seperti ini, devisa kita keluar untuk membeli LPG itu sekitar di atas Rp130 triliun. Subsidinya di atas Rp80 triliun,” ujar Bahlil di Gedung DPR RI, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga: Begini Reaksi Singapura Soal RI Ekspor Sawit dan Batu Bara Satu Pintu Lewat DSI, Takut Hubungan Dagang Terganggu

Ia menilai, apabila ketergantungan tersebut terus berlanjut, maka akan menjadi beban bagi perekonomian nasional. Oleh sebab itu, pemerintah mulai mendorong penggunaan kompor listrik sebagai alternatif energi rumah tangga.

“Maka salah satu alternatifnya adalah kita dorong kompor listrik. Nah ini sebagai tahap awal karena ada beberapa model kompor listrik yang sekarang kita mintanya itu di sekitar di bawah 900 KVA,” katanya.

Bahlil menambahkan, program kompor listrik tersebut telah masuk dalam usulan pagu anggaran tahun 2027. Namun, jumlah unit yang akan disediakan masih menunggu pembahasan lebih lanjut bersama DPR RI.

“Ini kan baru satuan tiga ini kan belum keluar. Nanti tunggu kita pembahasan anggaran dengan DPR, mungkin di bulan Agustus baru bisa keluar berapa jumlah unit,” ujarnya.

Baca Juga: Aturan Baru Revisi UU P2SK, UMKM dengan Riwayat Kredit Macet Tetap Bisa Ajukan Pinjol

Kementerian ESDM mencatat, anggaran untuk program pengadaan kompor listrik pada 2027 mencapai sekitar Rp815,56 miliar. Anggaran tersebut berada dalam alokasi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) serta tercantum dalam Surat Bersama Pagu Indikatif (SBPI).

“Kompor listrik, ini karena kita mengurangi kebutuhan LPG, kita cari bauran energi lain. Jadi energi lain kita bukan hanya LPG, ada kompor listrik, CNG, dan lain-lain itu Rp815,56 miliar,” jelas Bahlil.

Selain program kompor listrik, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp635,24 miliar untuk program motor listrik. Kebijakan ini menjadi bagian dari agenda transisi energi nasional yang tengah didorong pemerintah dalam beberapa tahun ke depan. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS