Inovasi PUPR Muna Efisiensi Vs Resilensi Raih The Best Report Design, Diusul Masuk IGA Awrad

Sunaryo, telisik indonesia
Senin, 03 Agustus 2026
0 dilihat
Inovasi PUPR Muna Efisiensi Vs Resilensi Raih The Best Report Design, Diusul Masuk IGA Awrad
Kadis PUPR Muna, Mustajab saat menerima penghargaan Diklat PKN II. Foto: Ist.

" Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muna melahirkan inovasi Efisiensi Vs Resilensi "

MUNA, TELISIK.ID - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muna melahirkan inovasi Efisiensi Vs Resilensi.

Inovasi yang digagas Kadis PUPR Muna, Mustajab itu masuk dalam 21 inovasi nilai tertinggi dan meraih penghargaan the best report design pada Diklan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II.

"Inovasi itu diusulkan masuk penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026," kata Mustajab, Senin (3/8/2026).

Mustajab menerangkan, inovasi itu lahir sebagai jawaban atas tingginya kebutuhan penanganan jalan di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Di Bumi Sowite, total panjang ruas jalan sepanjang 854,195 Km. Kondisi mantap baru mencapai 42,24 persen, sedangkan 57,76 persen masih dalam kondisi tidak mantap.

Baca Juga: Gerakan Makan Jagung Sukses, Bupati Muna Sebut Awal Industrialisasi JATI

Untuk penanganan jalan itu, setiap tahunnya anggarannya minim. Nah, melalui inovasi itu, usulan jalan tidak lagi hanya dicatat sebagai daftar kebutuhan, tetapi diverifikasi, dinilai dan diperingkatkan berdasarkan kondisi jalan, manfaat bagi masyarakat, akses pelayanan dasar, kawasan produksi, serta konektivitas wilayah.

"Di inovasi itu, sistem yang dibangun mengintegrasikan formula prioritas, scoring dan ranking ruas, jenis penanganan, readiness criteria (RC), arah pendanaan, serta informasi publik melalui QR Code," jelasnya.

Saat ini, pihkanya telah menyusun strategi penanganan ruas jalan. Untuk ruas dengan kebutuhan ringan, dapat diarahkan penganggarannya dilaksanakan melalui pemeliharaan swakelola, kerjasama partisipatif dengan masyarakat atau dukungan CSR dari badan usaha. Sementara, penanganan ruas berat diarahkan penganggarannya untuk kebutuhan penyusunan dokumen RC yang selanjutnya diusulkan melalui APBD provinsi, APBN melalui IJD, DAK dan DBH maupun sumber pendanaan lainnya.

Baca Juga: Bedah Rumah Warga Penghasilan Rendah di Muna Bertambah Jadi 862 Unit

Mustajab optimis, inovasi ini mampu bertarung ditingkat nasional. Apalagi, dalam penilaian sangat memuaskan dari 70 peserta dengan predikat the best report design.

Ke depan, inovasi ini akan dikembangkan tidak hanya pada sektor jalan, tetapi juga pada sektor PUPR lainnya, seperti irigasi, air bersih, sanitasi, bangunan publik dan penataan kawasan.

"Melalui Efisiensi Vs Resiliensi, kami mendorong tata kelola pembangunan infrastruktur yang lebih objektif, efisien, transparan, kolaboratif dan berkelanjutan," tandasnya. (C)

Penulis: Sunaryo

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga