Begini Cara Pembuatan Paving Blok Berbahan Dasar Sampah Plastik

Affan Safani Adham

Reporter Yogyakarta

Minggu, 07 Juni 2020  /  1:07 pm

Alfa Mohammad Algifari, mahasiswa Prodi Teknik Informatika UAD Yogyakarta tunjukkan paving blok berbahan dasar plastik. Foto: Affan Safani Adham/Telisik

YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Alfa Mohammad Algifari, mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta melontarkan ide unik dari kampungnya.

Mahasiswa asal Serang, Banten, Jawa Barat, memperkenalkan paving blok berbahan dasar sampah plastik kepada warga Mojosari yang terletak di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kini, paving blok dari sampah plastik hampir bisa ditemui di banyak tempat di Mojosari, Gunung Kidul.

Respon warga masyarakat ternyata sangat baik ketika Alfa Mohammad Algifari -- yang akrab disapa Fari -- melakukan inovasi berupa plastik goreng dengan menggunakan oli bekas.

"Keunggulannya tidak mengeluarkan banyak modal dan lebih keras dibandingkan paving blok yang biasa dibuat dari semen," terang Fari.

Baca juga: Protes PT Jhonlin, Tiga Warga Dijemput Polisi

Paving blok ini, menurut Fari, membutuhkan oli bekas yang bisa diperoleh dari bengkel, sampah rumah tangga berupa plastik, dan abu gosok dari ibu-ibu setelah mencuci piring.

"Fungsi abu gosok untuk mengentalkan dan mempercepat pengeringan cairan oli yang sudah tercampur sampah plastik," ungkapnya.

Adapun cara pembuatannya cukup sederhana. Tahap awal, siapkan bahan berupa kompor, dandang, air, dan cetakan.

Kemudian, tuangkan oli ke dalam dandang dan panaskan di atas kompor. Setelah oli mendidih, baru bahan baku berupa plastik dimasukkan. Lalu, diaduk terus sampai meleleh.

Baca juga: Jenang Bu Jum, Paling Hits di Yogyakarta

Tambahkan bahan pembantu berupa abu. Setelah itu diaduk dan dimasukkan ke dalam cetakan. Sebagai pertanda adonan siap dicetak, yaitu mengentalnya adonan tersebut.

Masukkan abu, lalu tuang ke cetakan. Tunggu sampai dingin dan harus dipres supaya lebih padat dan kuat. "Agar airnya irit, cetakan dimasukkan ke dalam air," jelas Alfa Mohammad Algifari, Minggu (7/6/2020).

Masyarakat menganggap program ini sangat bagus. Adapun praktik skala kecil itu telah berjalan lancar. Dan, yang paling penting, masyarakat kini sudah mengetahui bahan dan caranya. Ke depan masyarakat akan bisa mempraktikkannya sendiri. Adanya teori yang disampaikan oleh Alfa Mohammad Algifari itu membuat warga masyarakat sangat terbantu. Selanjutnya, warga akan mengembangkan sendiri untuk ke depannya.

Reporter: Affan Safani Adham

Editor: Haerani Hambali