Begini Etika Makan Jamuan Resmi Menurut Aturan Table Manner

Adinda Septia Putri

reporter

Kamis, 17 November 2022  /  9:15 pm

Lomba table manner yang diadakan oleh Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis (17/11/2022). Foto: Adinda Septia Putri/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID – Jika kita ingin menghadiri jamuan makan formal, ada baiknya kita pelajari dulu etika makan yang lumrah diterapkan dalam acara resmi atau biasa disebut table manner. Hal ini sangat penting untuk menjaga citra kita agar tetap anggun.

Guru Tata Boga di SMKN 3 Kota Kendari, Zaenal Mustofa, memberikan beberapa tata krama yang perlu diperhatikan saat makan di acara resmi. Hal tersebut meliputi dari cara duduk hingga aturan ketika selesai makan.

Dimulai saat kita datang ke sebuah restoran dan mengambil posisi untuk duduk. Dalam table manner, saat kita hendak duduk baiknya mulai duduk dari sebelah kiri kursi. Kita boleh menaruh tas atau barang bawaan kita di bagian kursi terdalam, atau bersandar pada kursi.

Baca Juga: Verifikasi Penerima Bansos Lewat Aplikasi Siks Mobile Terkendala Jaringan

Saat duduk, posisikan tubuh dengan tegak dan tidak boleh menyandar pada kursi, dengan posisi kaki yang juga tegak lurus membentuk sudut siku-siku 90 derajat, sangat tidak diperbolehkan untuk menyelonjorkan kaki.

Setelah duduk, hal pertama yang harus dilakukan adalah menghamparkan serbet yang biasanya tersedia di atas meja, ke atas paha. Serbet atau napkin tersebut hanya bisa digunakan untuk menyeka makanan yang tertinggal dibibir, tidak untuk dimainkan atau menyeka keringat.

Ketika mulai mengambil alat makan, posisi lengan atas harus rapat dan tidak boleh terbuka, dengan kata lain siku kita tidak boleh mengembang, harus tetap rapat dengan samping tubuh.

Adapun etika saat menyuap makanan dari piring, dalam table manner tidak diperkenankan mulut untuk menghampiri makanan, harus sebaliknya. Sehingga posisi mulut tetap tegak dengan alat makan yang menghampiri mulut.

Restoran yang mempunyai konsep formal, bisanya menghidangkan makanan dengan tiga bagian bergilir. Yaitu makanan appetizer atau makanan pembuka, yang berupa makanan ringan seperti roti, main course sebagai makanan berat yang menjadi menu utama dan terakhir adalah dessert yang berasa manis sebagai makanan penutup.

Dalam table manner sangat dilarang untuk meniup makanan kuah yang panas seperti sup, solusinya kita bisa mengaduk-aduk makanan tersebut sambil menyendoknya dari dalam keluar, kemudian mendinginkan makanan tersebut di bibir piring.

Sama seperti sup, minuman panas seperti teh tidak boleh diaduk secara melingkar, sebaiknya diaduk secara vertikal dari dalam ke atas, juga dilarang mengangkat tatakan teh tersebut saat meminumnya.

Baca Juga: Renovasi Kolam Renang KONI Sulawesi Tenggara Didesain Standar Olimpiade

Etika saat selesai menyantap makanan, kita harus menaruh alat makan sendok dan garpu searah jam lima di atas piring.

Semua tata tersebut Zaenal sampaikan saat ia menjadi juri di acara lomba table manner Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis (17/11/2022).

Nyonya Wa Ode Munana Asrun Lio sebagai Ketua DWP Sulawesi Tenggara sekaligus istri dari Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Asrun Lio mengatakan, pengetahuan table manner sangat penting, terlebih untuknya kalangan pejabat yang sering menghadiri jamuan formal.

Senada, Ketua pelaksana lomba tersebut, Nyonya Andi Asnawati Mustari berharap, dengan lomba table manner dapat meningkatkan pengetahuannya terkait etika makan yang nantinya diajarkan kepada keluarganya. (A)

Penulis: Adinda Septia Putri

Editor: Kardin

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS