Bukan Lagi Palestina, Israel Kini Bakal Serang Iran

Ibnu Sina Ali Hakim

Reporter

Jumat, 06 Agustus 2021  /  1:18 pm

Pasukan militer Israel. Foto: Repro AFP

TEL AVIV, TELISIK.ID - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Kali ini datang dari konfrontasi antara Israel dan Iran. Israel mengatakan bahwa pihaknya saat ini sudah siap untuk menyerang Iran.

Mengutip dari Al Jazeera, hal ini diungkapkan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz dalam sebuah wawancara. Ia menyebut bahwa Iran telah mencari-cari masalah dengan aksi-aksinya.

Terbaru, sebuah kapal tanker bernama Mercer Street yang dikelola pengusaha Israel diserang di perairan Oman dengan sebuah drone. Kejadian itu menewaskan dua awak kapal.

"Iran adalah masalah global dan regional dan tantangan Israel," kata Gantz, dikutip Jumat (6/8/2021).

"Kami perlu terus mengembangkan kemampuan kami untuk mengatasi berbagai bidang, karena ini adalah masa depan," tambahnya.

Ketika ia ditanya soal kesiapan Israel dalam menggempur Iran, Gantz mengungkapkan bahwa Tel Aviv sudah siap dalam melakukan konflik militer dengan Teheran.

"Iya," sebutnya.

Hal ini mengundang reaksi Iran. Dilansir dari Cnbcindonesia, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menyebut, ancaman militer Israel sebagai "pelanggaran berani lainnya terhadap hukum internasional".

Baca juga: Orang Terkaya China Rugi Rp 46,4 Triliun dalam Semalam, Ini Penyebabnya

Baca juga: Viral: Penjual Gulali Layani Pembeli Sambil Bacakan Surah Al-Baqarah

"Kami menyatakan ini dengan jelas: Setiap tindakan bodoh terhadap Iran akan mendapat tanggapan yang tegas. Jangan uji kami," tulisnya dalam akun Twitter resmi @SKhatibzadeh.

Panglima Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran, Hossein Salami, mengatakan negara-negara yang mengancam Iran harus mengembangkan pemahaman yang realistis tentang kemampuan defensif dan ofensifnya.

"Dalam kebijakan dan strategi pertahanan kami, tidak ada tindakan, dari musuh mana pun pada titik mana pun dan dengan cakupan apa pun, yang dapat ditoleransi dan tidak akan mendorong kami untuk menunjukkan respons yang tegas dan tegas," kata Hossein saat berkunjung ke pasukan yang terletak di sepanjang Teluk dan Selat Hormuz.

"Kami siap untuk skenario apa pun," katanya, seraya menambahkan, pesannya adalah salah satu tindakan, bukan hanya diplomasi.

Permusuhan antara Israel dan Iran telah terjalin sejak lama. Tetapi eskalasi di antara keduanya semakin meningkat pada beberapa bulan terakhir saat Teheran dan beberapa negara lainnya mencoba menyelamatkan kesepakatan nuklirIran2015.

Sementara itu, insiden Mercer Street ini sendiri terjadi beberapa hari sebelum Ebrahim Raisi dijadwalkan dilantik sebagai presiden kedelapan Iran pada Kamis. Raisi sendiri menginginkan agar Iran kembali ke kesepakatan nuklir yang disebut sebagai JCPOA itu.

Dalam prosesnya, pemulihan ini seringkali menemui hambatan. Hal ini disebabkan Iran dan AS yang masih berselisih mengenai sanksi mana yang harus dicabut dan bagaimana caranya.

Selain itu, para pihak masih bernegosiasi mengenai bagaimana Teheran perlu mengurangi program nuklirnya yang telah berkembang secara signifikan setelah AS di masa Presiden Donald Trump mengabaikan kesepakatan nuklir itu. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali