MBG Lansia dan Penyandang Disabilitas Segera Disalurkan, Begini Mekanismenya

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 27 Februari 2026
0 dilihat
MBG Lansia dan Penyandang Disabilitas Segera Disalurkan, Begini Mekanismenya
Kementerian Sosial mematangkan penyaluran MBG bagi lansia dan disabilitas melalui skema terintegrasi nasional tahun ini. Foto: Repro Jawapos

" Pemerintah mematangkan skema Makan Bergizi Gratis bagi lansia dan penyandang disabilitas "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah mematangkan skema Makan Bergizi Gratis bagi lansia dan penyandang disabilitas melalui sinergi lintas lembaga.

Kementerian Sosial bersama Badan Gizi Nasional tengah merampungkan mekanisme penyaluran program Makan Bergizi Gratis atau MBG bagi lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Program ini dirancang sebagai penguatan dari skema bantuan permakanan yang sebelumnya telah dijalankan, dengan cakupan lebih luas dan standar gizi yang lebih terukur.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, koordinasi intensif dilakukan untuk memastikan integrasi MBG berjalan efektif. Hal itu disampaikannya usai bertemu Kepala BGN di kantor BGN, Jakarta Pusat.

“Hari ini saya berkoordinasi dengan Kepala BGN Prof Dadan untuk mematangkan makan bergizi gratis khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas. Saya bersyukur karena konsepnya makin matang dan sudah ketemu kira-kira bagaimana bentuk kerjasamanya,” ujar Saifullah Yusuf, sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan, MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas merupakan kelanjutan dari program permakanan yang selama ini dijalankan oleh Kementerian Sosial. Pada skema sebelumnya, bantuan makanan siap santap disalurkan melalui pendamping sosial dan kelompok masyarakat di daerah.

Baca Juga: Kemendikdasmen Klaim Dampak MBG ke Siswa Bisa Kurangi Gangguan Konsentrasi Belajar

Dalam pola baru, skema nasional MBG akan dipadukan agar kualitas gizi lebih terstandar dan jangkauannya semakin luas.

Dalam pelaksanaannya, penyediaan makanan akan memanfaatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang dikelola BGN dan telah tersebar di berbagai wilayah.

Sementara itu, proses penjangkauan dan pengantaran kepada penerima manfaat tetap mengandalkan mekanisme layanan sosial Kemensos.

“Nanti yang melayani tetap SPPG, sementara yang mengantar nanti dari Pokmas atau dari caregiver,” jelas Saifullah Yusuf.

Sasaran program ini adalah lansia dan penyandang disabilitas yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN, khususnya kelompok desil satu hingga lima. Prioritas diberikan kepada lansia rentan serta penyandang disabilitas berat yang memiliki keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari, sehingga membutuhkan dukungan pemenuhan gizi secara langsung dan berkelanjutan.

Saifullah Yusuf juga menyampaikan apresiasi atas peran BGN dalam penyusunan konsep tersebut. “Terima kasih Prof Dadan, selama ini telah membimbing kami untuk menyusun satu konsep, sehingga ini sudah terintegrasi dengan MBG secara menyeluruh,” katanya.

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menilai sinergi antarlembaga ini akan mempermudah jangkauan layanan bagi kelompok rentan. Menurutnya, keberadaan jaringan SPPG menjadi faktor penting dalam efektivitas distribusi.

“Saya kira apa yang sebenarnya jadi tugas Mensos selama ini dengan hadirnya SPPG di setiap wilayah itu akan dipermudah, karena SPPG ada di setiap wilayah di Indonesia di radius rata-rata 4 Km,” ujarnya.

Baca Juga: Paket MBG Dibagikan Lebih Awal Jelang Lebaran, BGN Terapkan Skema Bundling Tiga Hari

Ia menambahkan, pembagian peran yang jelas antara BGN dan Kemensos akan membuat proses penyediaan hingga distribusi makanan berjalan lebih efisien.

“Penyediaan makanan bisa diambil dari SPPG, kemudian yang mengantarkan tetap petugas dari Kementerian Sosial yaitu Pokmas atau caregiver. Jadi ini sinergi yang bagus mengoptimalkan fasilitasnya,” kata Dadan.

Dengan skema tersebut, pemerintah menargetkan penyaluran MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas dapat dilakukan secara bertahap, terukur, dan terintegrasi dengan sistem perlindungan sosial yang telah berjalan. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga