Bupati Banggai Laut Kena OTT, KPK Amankan 2 Kardus Berisi Uang

Muhammad Israjab

Reporter

Kamis, 03 Desember 2020  /  8:17 pm

Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo, yang juga petahana pada Pilkada 2020. Foto: beritasatu.com

JAKARTA, TELISIK.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Wenny Bukamo dalam operasi tangkap tangan, Kamis (3/12/2020).

"Benar (KPK menangkap Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo)," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat dikonfirmasi, Kamis sore. Dikutip Kompas.com.

KPK juga menemukan uang yang diduga terkait suap. KPK menduga Wenny menerima suap untuk kepentingan kampanye pemenangan pilkada.

"Barang bukti yang didapat sementara 2 kardus berisi uang sejumlah lebih dari Rp 1 miliar," ucap sumber detikcom, Kamis (3/12/2020).

Penangkapan itu dilakukan hari ini sekitar pukul 12.30 WIB. Berdasarkan sumber detikcom, Wenny ditangkap bersama tim pemenangannya untuk pilkada.

Wenny diketahui maju lagi dalam pilkada untuk periode kedua bersama Ridaya La Ode Ngkowe.

Baca juga: Kuasa Hukum Paslon SUARA Laporkan Plt Bupati Konsel

"Dugaan suap bupati meminta sejumlah uang dari para kontraktor yang digunakan untuk kepentingan kampanye pemenangan," kata sumber detikcom.

Wenny tercatat memiliki harta senilai Rp 5,435 miliar. Dari situs LHKPN KPK, Kamis (3/12/2020), Wenny terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 3 Maret 2020. Pelaporan LHKPN Wenny masuk kategori pelaporan periodik.

Wenny tercatat memiliki dua bidang tanah yang tersebar Kota Surabaya dan Banggai, serta 4 bidang tanah dan bangunan yang berada di Surabaya, Banggai dan Banggai Laut. Tanah dan bangunan yang dimiliki Wenny senilai Rp 5,506 miliar.

Untuk kendaraan, Wenny memiliki satu unit mobil sedan senilai Rp 25 juta dan dua sepeda motor senilai Rp 4,5 juta. Kendaraan yang dimiliki Wenny senilai Rp 29,5 juta.

Selain itu, Wenny tercatat memiliki harta berupa kas dan setara kas senilai 350 juta. Dia juga tercatat memiliki utang senilai Rp 450 juta. Dengan demikian, total harta kekayaan Wenny sebesar Rp 5,435 miliar. (C)

Reporter: Muhammad Israjab

Editor: Fitrah Nugraha