Skenario New Normal Pemprov Sultra Demi Pulihkan Perekonomian Daerah
Reporter
Jumat, 05 Juni 2020 / 1:50 pm

Gubernur Sultra Ali Mazi dan Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas. Foto: Haidir Muhari/Telisik
KENDARI, TELISIK.ID – Dalam rangka memulihkan dan meningkatkan kembali perekonomian daerah dan masyarakat, yang diakibatkan adanya pandemi COVID-19 beberapa bulan terakhir ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra sedang menyiapkan skenario kebijakan new normal.
Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan, penerapan new normal akan dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan pandemi COVID-19. Dalam penerapannya, seluruh sektor akan dilibatkan dalam menyusun skenario new normal.

Dalam penyusunan skenario new normal tersebut, Ali Mazi mengajak agar seluruh sektor yang dimaksud, baik Gugus Tugas COVID-19 bidang kesehatan, pariwisata dan lainnya bisa saling bekerjasama untuk menyusun konsep tersebut. Termasuk, Forkopimda juga sedang menyusun protokol-protokol kesehatan agar masyarakat aman dari COVID-19 saat penerapan new normal nantinya.
“Prakondisi dinilai sangat penting agar semuanya dapat mengantisipasi dan siap menyongsong kehidupan baru. Memang ada skenario untuk tatanan baru ini diterapkan dengan system zonasi, termasuk daerah yang masuk zona yang masih hijau. Kesiapan seluruh lini diperlukan, seperti kapasitas sistem kesehatan dan sebagainya,” kata Ali Mazi.
Pada penerapannya, Ia menambahkan, ada zonasi dan ada sektor yang diberlakukan secara bertahap. Namun, terlepas dari itu, ia berharap semua daerah siap dengan tatanan kehidupan yang aktif dan produktif tapi aman dari COVID-19.
.jpeg)
Sedangkan pada penerapannya, pihaknya akan melibatkan TNI/Polri untuk melakukan pengawasan pada penerapan new normal nantinya.
Untuk saat ini, skenario tersebut masih dalam tahap penyusunan. Hanya saja, dalam tahap ini, pemprov menggelar kontes atau sayembara terkait rencana kebijakan tatanan baru tersebut.
Peserta yang menampilkan rancangan terbaik, akan keluar menjadi pemenang dan diberi reward.
Sementara itu, Pj Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra, La Ode Ahmad Pidana Bolombo mengungkapkan, masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam menyusun sekenario new normal dengan konsep protokol kesehatan.
“Dalam penyusunan sekenario new normal tersebut, setidaknya tujuh sektor yang akan dibuatkan video, ungkapnya.

Ketujuh sektor tersebut terdiri dari pasar tradisional, pasar modern baik mall besar atau yang tidak punya mal, minimarket, restoran, dan hotel. Termasuk, Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu pada semua daerah untuk memberikan pelayanan terbaiknya, serta kawasan wisata dan transportasi umum.
Dalam pelaksanaan sayembara ini, masyarakat bisa berpartisipasi memberikan konsep dengan membuat simulasi dan protokolnya.

Ia juga mengungkapkan, jika ada konsep organisasi perangkat daerah (OPD) atau masyarakat yang bisa diambil, maka akan ada reward atau penghargaan. Selain piagam dan piala, reward tersebut juga diberikan dalam bentuk insentif.

Untuk juara satu, misalnya dalam kategori pasar tradisional akan mendapat dana insentif sebesar Rp3 miliar. Sedangkan juara dua akan mendapat Rp 2 miliar dan juara 3 mendapat Rp 1 miliar.
Sebelumnya, pada akhir bulan Mei lalu, berdasarkan penilaian Gugus Tugas COVID-19 Pemerintah Pusat dan Polri, Pemprov Sultra di bawah kepemimpinan Gubernur Ali Mazi, meraih peringkat ke dua secara nasional setelah Provinsi DKI Jakarta dalam hal penanganan COVID-19.
.jpeg)
Pencapaian tersebut diraih merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi dan apresiasi atas kegigihan Pemprov Sultra mengatasi pandemic COVID-19 di wilayahnya. (Adv)
Reporter: Fitrah Nugraha
Editor: Sumarlin