Daftar Harta Kekayaan 10 Bakal Calon Rektor UHO Kendari 2026-2030, Tertinggi Rp 14 Miliar
Reporter
Jumat, 19 Juni 2026 / 9:16 pm
Wajah-wajah akademisi berpengalaman yang telah ditetapkan sebagai bakal calon Rektor UHO Kendari periode 2026-2030. Foto: Repro uho.ac.id
KENDARI, TELISIK.ID - Peta persaingan pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari periode 2026-2030 mulai terbuka, termasuk gambaran kekayaan para bakal calon (balon) yang nilainya bervariasi dari ratusan juta hingga belasan miliar rupiah.
Panitia Pemilihan Rektor UHO Kendari telah menetapkan 10 balon Rektor UHO periode 2026-2030 dalam Rapat Senat Pengumuman Hasil Penjaringan yang digelar Kamis (18/6/2026).
Penetapan tersebut sekaligus diikuti dengan pencabutan nomor urut balon yang akan mengikuti tahapan selanjutnya.
Adapun 10 bakal calon yang ditetapkan yakni:
- Prof. Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si.;
- Prof. Dr. Edy Karno, M.Pd.;
- Dr. Herman, S.H., LL.M.;
- Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si.;
- Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, M.Si.;
- Prof. Ma’ruf Kasim, S.Pi., M.Si., Ph.D.;
- Dr. Muliddin, S.Si., M.Si.;
- Prof. Dr. Ruslin, M.Si.;
- Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si.;
- Prof. Dr. Yusuf Sabilu, M.Si.
Baca Juga: Pemkot Kendari Dorong Tani Merdeka jadi Mitra Strategis Perkuat Ketahanan Pangan
Sesuai jadwal tahapan Pilrek UHO Kendari 2026, hasil penjaringan dan penetapan nomor urut balon akan disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Tahap selanjutnya para balon dijadwalkan menyampaikan visi, misi, serta program kerja pada 29 Juni 2026.
Tahapan berikutnya akan berlangsung pada 30 Juni 2026 melalui Rapat Senat Tertutup untuk menyaring tiga calon rektor yang berhak melaju ke tahap pemilihan.
Dari penelusuran data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), sebagian besar balon telah melaporkan kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. Nilai kekayaan yang tercatat menunjukkan rentang yang cukup beragam.
Berikut daftar total harta kekayaan balon Rektor UHO periode 2026-2030 berdasarkan data LHKPN, dirangkum telisik.id pada Jumat (19/6/2026):
1. Prof. Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si.
Total kekayaan: Rp 14.065.000.000.
2. Prof. Dr. Edy Karno, M.Pd.
Total kekayaan: Rp 4.242.148.550.
3. Dr. Herman, S.H., LL.M.
Total kekayaan: Rp 2.566.000.000.
4. Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si.
Total kekayaan: Rp 1.119.957.968.
5. Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, M.Si.
Total kekayaan: Rp 3.835.471.064.
6. Prof. Ma’ruf Kasim, S.Pi., M.Si., Ph.D.
Data LHKPN belum ditemukan pada laman resmi KPK.
7. Dr. Muliddin, S.Si., M.Si.
Total kekayaan: Rp 781.515.090.
8. Prof. Dr. Ruslin, M.Si.
Total kekayaan: Rp 5.843.752.002.
9. Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si.
Total kekayaan: Rp 3.875.451.912.
10. Prof. Dr. Yusuf Sabilu, M.Si.
Total kekayaan: Rp 3.167.873.335.
Berdasarkan data tersebut, Prof. Dr. Baru Sadarun menjadi bakal calon dengan total harta kekayaan terbesar yang tercatat mencapai Rp 14.065.000.000.
Sebagian besar asetnya berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan yang tersebar di Kendari, Konawe, dan Bogor dengan nilai mencapai Rp 13.600.000.000.
Posisi berikutnya ditempati Prof. Dr. Ruslin dengan total kekayaan Rp 5.843.752.002. Aset yang dimiliki antara lain tanah dan bangunan senilai Rp 3.010.000.000 serta kas dan setara kas sebesar Rp 2.381.752.002.
Sementara itu, Prof. Dr. Edy Karno tercatat memiliki total kekayaan Rp 4.242.148.550. Nilai tersebut berasal dari tanah dan bangunan, kendaraan, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas setelah dikurangi kewajiban utang.
Di kelompok berikutnya terdapat Prof. Dr. Takdir Saili dengan total kekayaan Rp 3.875.451.912 dan Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande sebesar Rp 3.835.471.064. Keduanya memiliki aset yang didominasi kepemilikan tanah dan bangunan serta kas dan setara kas bernilai cukup besar.
Baca Juga: Jelang MTQ Sulawesi Tenggara 2026, Pemkot Kendari Perkuat Kesiapan Kafilah di Semua Cabang Lomba
Prof. Dr. Yusuf Sabilu tercatat memiliki total kekayaan Rp 3.167.873.335. Aset yang dilaporkan meliputi sejumlah bidang tanah dan bangunan di Kendari maupun Konawe Selatan serta beberapa kendaraan roda empat dan roda dua.
Di sisi lain, Dr. Herman memiliki total kekayaan Rp 2.566.000.000. Kekayaannya berasal dari aset tanah dan bangunan, kendaraan, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas tanpa tercatat memiliki utang.
Prof. Dr. Ida Usman melaporkan total kekayaan Rp 1.119.957.968 yang terdiri atas tanah dan bangunan, kendaraan, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas.
Adapun total kekayaan terendah yang ditemukan dalam data LHKPN adalah milik Dr. Muliddin dengan nilai Rp 781.515.090 setelah dikurangi utang sebesar Rp 957.909.229.
Sementara itu, untuk Prof. Ma’ruf Kasim, data LHKPN tidak ditemukan pada laman resmi KPK berdasarkan penelusuran yang dilakukan. Karena itu, total kekayaan yang bersangkutan belum dapat ditampilkan bersama sembilan balon lainnya.
Sebelumnya, terdapat 11 pendaftar bakal calon Rektor UHO periode 2026-2030. Namun satu pendaftar, yakni Prof. Dr. H. Ashar Bafadal, dinyatakan tidak memenuhi persyaratan sehingga tidak masuk dalam daftar 10 bakal calon yang ditetapkan Senat UHO.
Proses Pemilihan Rektor UHO kini memasuki tahapan penyampaian visi dan misi sebelum Senat UHO menentukan tiga nama yang akan melaju ke tahap akhir pemilihan rektor untuk periode kepemimpinan 2026-2030. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS