Daftar Negara Paling Berkuasa di Dunia 2026, Indonesia Masuk Peringkat Global

Ahmad Jaelani

Reporter

Selasa, 14 Juli 2026  /  8:42 am

Amerika Serikat masih memimpin daftar negara paling berkuasa dunia 2026, sementara Indonesia masuk peringkat global. Foto: Repro SindoNews

JAKARTA, TELISIK.ID - Amerika Serikat masih dipersepsikan sebagai negara paling berkuasa di dunia pada 2026. Meski demikian, dominasi Negeri Paman Sam semakin mendapat tantangan dari China yang terus memperluas pengaruhnya di bidang ekonomi, teknologi, militer, hingga rantai pasok global.

Temuan tersebut mengacu pada University of Pennsylvania Wharton School's 2026 Best Countries Index yang dikutip oleh Visual Capitalist.

Survei dilakukan terhadap 15.131 responden dewasa di 33 negara untuk mengukur persepsi masyarakat global mengenai pengaruh berbagai negara di panggung internasional.

Melansir CNBC Indonesia, Selasa (14/7/2026), Indeks ini tidak mengukur kekuatan militer maupun ekonomi secara langsung. Penilaiannya didasarkan pada persepsi terhadap kemampuan suatu negara memengaruhi isu-isu global melalui sektor ekonomi, teknologi, diplomasi, sumber daya strategis, serta peran geopolitiknya.

Dalam metode penilaian, negara yang menempati posisi pertama memperoleh relative power score sebesar 100. Sementara itu, negara lainnya memperoleh skor berdasarkan selisih terhadap pemimpin peringkat.

Amerika Serikat menempati posisi pertama dengan skor 100. Negara tersebut masih dipandang sebagai pusat ekonomi dunia yang didukung oleh kekuatan teknologi, pasar keuangan, jaringan aliansi internasional, serta kemampuan militernya.

Berdasarkan Global Firepower (GFP) 2026, Amerika Serikat juga berada di peringkat pertama kekuatan militer dunia dari 145 negara dengan nilai PwrIndx 0,0741. Dalam indeks tersebut, semakin kecil nilai PwrIndx, semakin tinggi kemampuan militer suatu negara.

Baca Juga: Timur Tengah Kembali Panas, Iran Klaim Serang Target Militer AS Usai Pemakaman Khamenei

China berada di posisi kedua dengan skor 93,6. Selisih yang relatif tipis dengan Amerika Serikat menunjukkan meningkatnya persepsi global terhadap pengaruh Negeri Tirai Bambu dalam berbagai sektor.

Selain dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar, China juga memiliki peran penting dalam perdagangan internasional, rantai pasok global, penguasaan mineral tanah jarang, pengembangan teknologi, serta modernisasi militer. Negara tersebut juga memiliki sekitar dua juta personel militer aktif.

Sementara itu, Rusia menempati posisi ketiga dengan skor 91,4. Meski ukuran ekonominya tidak sebesar sejumlah negara lain, Rusia tetap dipersepsikan sebagai kekuatan global berkat kemampuan militernya, kepemilikan senjata nuklir, sumber daya energi, serta pengaruh geopolitik.

Setelah tiga besar, Inggris berada di peringkat keempat, disusul Jerman di posisi kelima. Korea Selatan menempati peringkat keenam dengan skor 62,7, mengungguli Arab Saudi, Prancis, Jepang, hingga Uni Emirat Arab.

Indonesia sendiri berada di peringkat ke-33 dengan skor 12,1. Posisi tersebut masih berada di bawah Singapura yang menempati peringkat ke-22 dengan skor 20,4, serta Vietnam di posisi ke-30 dengan skor 14,2. Meski demikian, Indonesia masih berada di atas sejumlah negara, seperti Polandia, Portugal, Austria, Argentina, Finlandia, dan Bangladesh dalam daftar persepsi kekuatan global 2026.

Daftar 10 Negara Paling Berkuasa di Dunia 2026

1. Amerika Serikat - 100,0.

2. China - 93,6.

3. Rusia - 91,4.

4. Inggris.

5. Jerman.

6. Korea Selatan - 62,7.

7. Arab Saudi - 61,0.

8. Prancis.

9. Jepang.

10. Uni Emirat Arab - 58,6.

Baca Juga: Indonesia Tak Diberi Akses ke Area Persemayaman Ali Khamenei, Begini Reaksi Istana

Posisi beberapa negara lainnya:

Israel.

India - Peringkat 12 (45,0).

Iran -  Peringkat 16 (28,4).

Singapura - Peringkat 22 (20,4).

Vietnam - Peringkat 30 (14,2).

Indonesia - Peringkat 33 (12,1).

Hasil survei tersebut menggambarkan persepsi masyarakat global terhadap pengaruh berbagai negara dalam membentuk dinamika internasional. Penilaian tersebut mencakup kemampuan memengaruhi kebijakan, perdagangan, teknologi, diplomasi, hingga posisi strategis di kawasan masing-masing, dan bukan merupakan ukuran langsung atas kekuatan ekonomi atau militer suatu negara. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS