Danrem 143 Haluoleo Kendari Tak Lindungi Dua Oknum TNI Pengeroyok Tiga Anggota Polisi di Muna Barat
Reporter Muna
Selasa, 01 April 2025 / 4:58 pm
Kapolda Sulawesi Tenggara, Irjen Pol Dwi Irianto bersama Danrem 143 Haluoleo Kendari, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiharto, Bupati Muna, Bachrun Labuta dan Bupati Muna Barat, La Ode Darwin. Foto: Sunaryo/Telisik
MUNA, TELISIK.ID- Kapolda Sulawesi Tenggara, Irjen Pol Dwi Irianto, bersama Danrem 143 Haluoleo Kendari, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiharto, bertandang ke Muna, Selasa (1/4/2025).
Kedatangan dua petinggi Polri dan TNI itu selain melakukan halal bihalal dengan masyarakat Muna dan Muna Barat, juga untuk mengetahui secara langsung kronologis pengeroyokan tiga anggota polisi di depan Mapolsek Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat.
Pengeroyokan terhadap tiga personel Polri ini melibatkan dua oknum TNI atas nama Serda AM dan Pratu RN.
Dwi Irianto bilang, saat ini proses hukum masih berlangsung. Prosesnya dipercayakan pada institusi masing-masing.
"Kami masih dalami di korban (tiga anggota polisi), sedangkan Pak Danrem sudah sampaikan bila dua anggotanya bersalah tetap akan diproses," kata Dwi Irianto.
Sementara itu, Danrem 143 Haluoleo Kendari, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiharto, menegaskan tindakan dua oknum TNI itu jelas-jelas merupakan pelanggaran. Karenanya, ia tidak akan melindungi anggotanya jika terbukti bersalah.
Baca Juga: Tiga Polisi di Muna Barat Dikeroyok Dua Oknum TNI dan Masyarakat, 11 Terduga Pelaku Diamankan
"Kita tidak akan lindungi prajurit TNI AD yang melakukan pelanggaran. Proses hukum tetap berlanjut," tegas Wahyu.
Informasi yang dia dapat, permasalahan itu hanya kesalahpahaman. Hanya saja, saat telah banyak masyarakat sehingga menimbulkan sikap arogansi.
Kejadian pengeroyokan tiga anggota polisi itu terjadi pada Minggu (31/3/2025) malam sekira pukul 23.30 WITA di depan Mapolsek Tiworo Tengah, Polres Muna.
Tiga anggota polisi yang menjadi korban adalah Bripda Hendi dan Briptu Rendi Supriadi, keduanya anggota Polsek Tiworo Tengah. Kemudian Bripda Abdi Maha Putra, anggota Brimod Polda Sulawesi Tenggara.
Ketiganya dikeroyok oleh dua oknum TNI yakni Serda AM, DEN Intel Korem Palu, Sulawesi Tengah, dan Pratu RN, anggota Kodim Kendari. Keduanya bersama masyarakat melakukan pengeroyokan di depan Mapolsek Tiworo Tengah.
Akibat pengeroyokan itu, ketiga polisi mengalami luka di bagian wajah.
Kejadian bermula usai takbiran, oknum anggota TNI bersama beberapa masyarakat menggunakan sepeda motor dengan knalpot brong menggeber-geber gas dan berteriak-teriak di depan Mapolsek Tiworo Tengah.
Saat itu, Bripda Hendi berupaya mengamankan warga. Namun, tiba-tiba oknum anggota TNI bersama beberapa masyarakat langsung melakukan penyerangan terhadap Bripda Hendi yang mengakibatkan pendarahan di hidung.
Rekannya, Briptu Rendi Supriadi, yang mencoba melerai pengeroyokan, juga menjadi korban pemukulan di bagian kepala belakang yang diduga dilakukan oleh oknum TNI, Pratu RN.
Baca Juga: Oknum TNI AL Asal Kendari Habisi Jurnalis Juwita di Mobil, KTP Korban Dihancurkan
Sedangkan Bripda Abdi Maha Putra, yang saat itu hendak ke Mapolsek Tower Tengah, berpapasan dengan oknum TNI Serda AM yang merupakan rekannya.
Bripda Abdi menegur Serda AM, namun tiba-tiba dipukul di bagian kepala. Bripda Abdi membalas dengan menampar kepala belakang AM.
Setelah itu, AM menyampaikan hanya bermain-main. Keduanya lalu berangkulan menuju tugu Rambutan.
Namun, tiba di tugu, AM memukul mulut Bripda Abdi yang kemudian diikuti oleh Pratu RN memukul bagian wajah yang mengakibatkan luka robek pada bibir bagian bawah. (B)
Penulis: Sunaryo
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS