Dari Guru Honorer Bergaji Rp 5 Ribu hingga Pimpin SMPN 2 Kendari, M Jumrin Prioritas Pendidikan Karakter
Reporter
Selasa, 24 Februari 2026 / 1:44 pm
Kepala SMPN 2 Kendari, M. Jumrin saat menerima piala futsal. Foto: Ist.
KENDARI, TELISIK.ID - M Jumrin resmi kembali memimpin SMPN 2 Kendari pada 12 Desember 2025, setelah lebih dari tiga dekade mengabdi di sekolah tersebut.
Ia pernah menjadi mahasiswa PPL, guru honorer bergaji Rp 5.000 per bulan, guru PNS, hingga kini menjabat kepala sekolah.
Fokus utamanya adalah penguatan karakter siswa di tengah tantangan era digital.
M Jumrin lahir dari keluarga sederhana di Kabaena Timur, Kabupaten Bombana.
Ia menempuh pendidikan di SD Negeri Balo (1976-1982) dan SMP Negeri Balo (1982-1985), lalu merantau ke Baubau untuk bersekolah di SMA Negeri 1 Baubau (1985-1988) karena saat itu belum tersedia SMA di daerah asalnya.
Pada 1988, ia mendapat kesempatan bebas tes melanjutkan Diploma II Matematika di Universitas Halu Oleo.
Saat praktik pengalaman lapangan (PPL) tahun 1989, ia ditempatkan di SMPN 2 Kendari. Sejak itu, pengabdiannya dimulai.
Baca Juga: SMPN 10 Kendari Borong 5 Piala di LKBB Rajayansa I Antar SMP Se-Sultra
Setelah lulus, ia mengajar sebagai tenaga honorer dengan honor Rp 5.000 per bulan.
Pada 1 Maret 1992, ia resmi diangkat sebagai guru Matematika melalui SK Kanwil di sekolah yang sama.
Semangat meningkatkan kompetensi mendorongnya melanjutkan studi S1 Pendidikan Matematika (1995-1999) dan S2 Manajemen di Universitas Halu Oleo (2009-2011), yang ditempuh sambil tetap mengajar dengan status izin belajar.
Setelah lebih dari 20 tahun menjadi guru, ia dipercaya memimpin sejumlah sekolah di Kota Kendari.
Pada 2016, ia diangkat sebagai Kepala SMP Negeri 8 Kendari, kemudian bertugas di SMP Negeri 17 Kendari, dan pada 2022 di SMP Negeri 7 Kendari.
Kembalinya ia ke SMP Negeri 2 Kendari disebut sebagai perjalanan yang unik dan penuh makna.
“Perjalanan saya di sekolah ini lengkap, mulai dari mahasiswa PPL, guru honorer, guru PNS, sampai akhirnya kembali sebagai kepala sekolah,” ujarnya.
Dalam kepemimpinan, ia mengedepankan kolaborasi. Guru, staf, siswa, dan masyarakat sekitar disebutnya sebagai mitra kerja.
“Kemajuan sekolah tidak bisa dicapai sendiri. Harus ada kerja sama dan rasa saling memiliki,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan pendidikan di era digital. Menurutnya, pengaruh media sosial dan arus informasi yang tidak tersaring berdampak pada perilaku siswa.
Namun, ia menolak pendekatan yang menghakimi. Setiap pelanggaran, katanya, harus ditelusuri latar belakangnya melalui dialog dan komunikasi dengan orang tua.
“Guru tidak boleh langsung menghakimi. Kita harus pahami dulu masalahnya,” tegasnya.
Untuk memperkuat karakter siswa, ia mendorong pembiasaan kegiatan keagamaan setiap Jumat, seperti Yasinan, Salat Dhuha berjamaah, serta penguatan literasi sekolah.
Ia menargetkan dalam dua tahun ke depan budaya positif tersebut menjadi ciri khas lulusan SMP Negeri 2 Kendari.
“Untuk apa cerdas kalau tidak beretika,” ucapnya.
Baca Juga: SMP Negeri 2 Kendari Perkuat Silaturahmi Melalui Maulid Nabi Muhammad SAW
Di luar sekolah, M Jumrin aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial.
Ia juga mengajak masyarakat mendukung program kebersihan Kota Kendari dengan membuang sampah sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial agar generasi muda tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS