Demo Mahasiswa Unsultra di DPRD Sultra Berujung Ricuh, Desak Perubahan Polri dan TNI
Reporter
Senin, 15 Juni 2026 / 5:05 pm
Demo di DPRD Sultra berujung ricuh antara masa aksi dan aparat kepolisian, Senin (15/6/2026). Foto: Gusti Kahar/Telisik
KENDARI, TELISIK.ID - Unjuk rasa ratusan mahasiswa Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) di kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) berujung ricuh, Senin (15/6/2026).
Aksi yang melibatkan gabungan mahasiswa dari berbagai fakultas di Unsultra itu mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sultra.
Berdasarkan pantauan telisik.id di lokasi, kericuhan terjadi sesaat setelah massa aksi tiba di depan kantor DPRD Sultra.
Massa berupaya membawa mobil pengeras suara (sound system) masuk ke halaman gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka, namun mendapat penghadangan dari petugas keamanan.
Baca Juga: BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sultra Libatkan 2.600 Petugas Pendata
"Mobil sound masuk. Jangan halangi kami. Kami mau masuk ke dalam untuk menyampaikan aspirasi," teriak koordinator lapangan aksi, Iman.
Ketegangan pun tak terhindarkan. Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat keamanan terjadi di pintu masuk kantor DPRD Sultra.
Tak lama kemudian, barisan pengamanan yang terdiri dari Satpol PP dan aparat kepolisian tidak mampu menahan desakan massa. Ratusan mahasiswa akhirnya berhasil memasuki halaman kantor DPRD Sultra.
Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Unsultra, Baitul, menilai tindakan penghadangan tersebut sebagai bentuk penyambutan yang tidak semestinya terhadap masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.
"Ini adalah contoh penyambutan yang buruk. Kami datang ke DPRD Sultra untuk menyampaikan aspirasi, tetapi justru dihalangi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsultra, Andi Reza Saputra, menegaskan bahwa pihaknya menolak berbagai kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat.
"Dengar kawan-kawan, hari ini segala bentuk kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat, saya katakan akan kami lawan," tegas Andi Reza di hadapan massa aksi.
Dalam demonstrasi tersebut mahasiswa membawa empat tuntutan utama, yakni:
Baca Juga: SMK Telkom Kendari Buka Pendaftaran Siswa Baru, Tawarkan Asrama Gratis dan Jaminan Hidup
1. Mendesak DPRD Sultra menyatakan sikap kritis dan terbuka terhadap perubahan serta rencana pengesahan RUU Polri.
2. Mendesak DPRD Sultra menyampaikan penolakan secara resmi terhadap kebijakan kenaikan harga BBM Pertamax.
3. Mendesak DPRD Sultra mendorong dan menyampaikan rekomendasi kepada DPR RI agar segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.
4. Mendesak DPRD Sultra mendorong pemerintah pusat mengembalikan TNI pada fungsi utamanya sebagai alat pertahanan negara.
Hingga berita ini diterbitkan, massa aksi masih bertahan di halaman kantor DPRD Sultra dan belum ditemui oleh Ketua DPRD Sultra maupun pihak berwenang lainnya. (A)
Penulis: Gusti Kahar
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS