Dihadiri Asesor PTKIN, IAIN Kendari Semakin Dekat Jadi UIN

Andi Sulthan Mujahidin

Reporter

Jumat, 19 Maret 2021  /  4:26 pm

Visitasi transformasi IAIN Kendari menjadi UIN. Foto: Andi Sulthan/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Perubahan kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), rupanya bukan sekedar isapan jempol belaka.

Hal ini ditandai dengan kegiatan assesment perubahan bentuk kelembagaan yang dihadiri oleh Asesor Transformasi Kelembagaan PTKIN, Kasi Penjamin mutu dan kelembagaan, dan Ketua DPRD Sultra, Jumat (19/3/2021).

Rektor IAIN Kendari, Prof Faizah menyampaikan, kegiatan hari ini adalah kegiatan yang telah dinantikan selama ini.

"Hari ini momen berharga bagi IAIN Kendari, momen yang telah lama dinanti. Perubahan ini sudah kami lalui tahapannya dari awal sampai hari ini," ungkap Prof Faizah dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Shaleh, menyampaikan dukungannya dan kepeduliannya terhadap keinginan IAIN Kendari berlih status menjadi UIN Kendari.

"Kalau dimintai dukungan, DPRD siap beri dukungan, surat tidak lebih dari 2 jam surat sudah keluar," ujar Abdurrahman Shaleh.

Ia melanjutkan, IAIN Kendari menjadi UIN akan menjadi kebanggaan bagi Provinsi Sultra. Olehnya itu, pihaknya akan selalu mendukung perubahan IAIN menjadi UIN.

"Ini akan menjadi kebanggaan kita bersama, kebanggaan daerah," sambungnya.

Visitasi akreditasi IAIN menjadi UIN Kendari ini dicanangkan selama dua hari, yakni 19-20 Maret 2021.

Selain itu, Asesor Tranformasi Kelembagaan PTKIN, Prof Dr H Ahmad Thib Raya, MA mengungkapkan perubahan status ini sangat penting karena menjadi salah satu bentuk pengembangan Islam.

Baca Juga: Didakwa Sebar Hasutan, Habib Rizieq: Saya Dihinakan, Tak Ridho Dunia Akhirat

"Tidak ada jalan selain menjadikan IAIN menjadi UIN," ungkapnya dalam sambutan kegiatan visitasi lapangan bentuk kelembagaan IAIN Kendari menjadi UIN Kendari.

Kehadiran perguruan tinggi Islam di daerah menjadi sebuah gerbang, agar masyarakat mendapatkan pengetahuan keislaman yang notabenenya berlatar belakang ekonomi menengah ke bawah.

"Jangan takut dibilang miskin, toh begitu kenyataannya, maka mesti dihadirkan perguruan tinggi Islam di daerah, agar masyarakat kita tidak perlu keluar untuk mendapatkan pendidikan," ungkapnya.

Prof Ahmad juga menyampaikan, kualitas itu biar sembari berjalan, sekarang persoalan kuantitas ini yang menjadi faktor penting, maka syarat kuantitas harus terpenuhi.

Sehingga, pihaknya dukung alih status IAIN Kendari menjadi UIN, maka apa yang menjadi kendala akan diupayakan untuk lebih jauh lagi.

"Sebentar kita akan lihat lebih jauh apa yang masih kurang," pungkasnya. (A)

Reporter: Andi Sulthan Mujahidin

Editor: Fitrah Nugraha

TOPICS