DPRD: Bombana Tidak Siap Hadapi Corona

Hir Abrianto

Reporter Bombana

Jumat, 27 Maret 2020  /  5:59 am

Susana Rapat Evaluasi Kinerja Satgas COVID-19 Bombana dalam menangani dan mencegah Corona. Foto: Hir/Telisik

BOMBANA, TELISIK. ID –Meski sudah berhasil membentuk Satuan Tugas yang ditugaskan sebagai pusat koordinasi penanganan dan pencegahan wabah COVID-19, namun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bombana menilai, Pemda Bombana masih tidak siap hadapi penyebaran virus Corona.

Dalam pertemuan yang dilaksanan di ruang rapat dewan, Wakil Ketua DPRD Bombana Iskandar melontarkan kalimat dihadapan peserta rapat bahwa, Pemda Bombana, kita semua dan Satgas tidak siap hadapi virus Corona yang sedang menyarang dari arah yang tak diketahui asalnya. Mencontoh pada Konawe Utara dan Kolaka, Politisi PKB Dapil Kabaena itu mempertanyakan kinerja nyata Satgas COVID-19.

“Kita butuh kerja nyata bukan sukses dalam laporan. Coba lihat Konut dan Kolaka, disana tegas berlakukan lockdown, terus Bombana Bagiamana? Kita belum siap hadapi serangan musuh tak terlihat ini,” cetusnya, Kamis (16/3/2020).

Baca Juga : Anggota DPR RI Harap Pemprov Sultra Lebih Masif Tangani COVID-19

Sampai saat ini lanjut Iskandar, Satuan Tugas yang diberikan tanggung jawab ini, belum bisa mendeteksi semua warga yang masuk. Pasalnya, masih banyak pekerja tambang dari Morosi yang pulang kampung tanpa diketahui oleh satgas.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Satgas COVID-19, dr Sunandar mengatakan bahwa, pihaknya selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana tidak akan mengorbankan jiwa petugas medis pada 22 kecamatan. Pasalnya dari 22 puskesmas hanya terdapat enam Alat Pelindung Diri (APD) yang saat ini tersedia, sementara dalam melayani satu pasien butuhkan  8  Pis  APD yang juga setelah dipergunakan akan langsung dimusnahkan atau dibakar.

Kondisi itu pun dibenarkan oleh Direktur Rumah sakit Bombana, drg. Riswanto. Menurutnya, rumah sakit saat ini hanya bisa menyediakan vitamin bagi perawat, tapi APD belum siap sama sekali.

“Kami tidak bisa korbankan jiwa para perawat dan petugas medis di Puskesmas. Selain Alat Pelindung Diri tidak siap, bagaimana tunjangan mereka yang 24 jam pantau warga yang butuh palayanan? sedangkan pelayanan bukan saja untuk pasien Corona,” ucap Sunandar.

Baca Juga : Jumlah ODP COVID-19 di Sultra Terus Bertambah

Usai mendengar keluhan Satgas dan Dokter, Iskandar mengharapkan, agar lebih mengutamakan pengadaan alat medis sebagai penunjang utama dalam penanganan dan pencegahan wabah COVID-19.

 

Reporter: Hir

Editor: Sumarlin