Dugaan Penganiyaan oleh Kekasih Warnai Kasus Bunuh Diri Gadis di Buton Selatan, Rekaman Suara Korban jadi Petunjuk
Reporter
Jumat, 17 April 2026 / 7:46 am
Korban AN, ketika masih duduk di bangku sekolah. Foto: Ist.
BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Kematian tragis seorang gadis berinisial AN (22) yang ditemukan gantung diri di rumahnya Desa Owemasi, Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan pada Minggu (5/4/2026) lalu, menyisakan tanda tanya bagi pihak keluarga.
Sebelum mengakhiri hidupnya, korban diduga mengalami tindakan penganiyaan keji oleh kekasihnya, LL asal Desa Mawambunga.
Kapolsek Kadatua, IPDA Tafsir mengukapkan, saat ini proses hukum terkait kasus tersebut masih berjalan. Sejauh ini, pihaknya telah memeriksa empat saksi termasuk kedua orang tua korban, pihak ketiga yang mendamaikan perkara penganiyaan, termasuk terduga pelaku LL.
"Statusnya masih dalam proses lidik, terkait ada tindakan kekerasan kami belum bisa pastikan sepenuhnya, namun hasil visum menunjukan adanya beberapa luka lebam akibat benda tumpul pada tubuh korban," ujar IPDA Tafsir pada telisik.id, Rabu (15/4/2026).
Terkait rekaman pengakuan korban sebelum meninggal dunia akan dijadikan sebagai petunjuk penyelidikan. Kendati demikian, bedasarkan hasil koordinasi dengan tim medis, penyebab langsung kematian korban dinyatakan murni karena gantung diri.
Pihak kepolisian menyayangkan pihak keluarga yang tidak segera melapor saat dugaan penganiyaan terjadi sebelum insiden bunuh diri.
"Sebelumnya ada komunikasi untuk diselesaikan secara kekeluargaan, laporan baru masuk setelah korban meninggal dunia," tambahhya.
Di sisi lain, Paman Korban, Alimudin bercerita kronologi memilukan sebelum keponakannya ditemukan tewas. Menurutnya, korban sempat menghilang pada Jumat (3/4/2026) malam, dari tempat kerjanya dan baru pulang pada Sabtu (4/4/2026) malam, dalam kondisi pucat pasi serta penuh luka lebam.
"Korban bercerita kepada orang tuanya dia dibawa oleh pelaku, dipukul, diinjak dan diseret. Mereka hanya bisa menangis sambil berpelukan saat dengar itu," tutur Alimudin saat ditemui telisik.id pada Kamis (16/4/2026) malam.
Keluarga merasa ada kejanggalan di lokasi kejadian, sebab saat ditemukan tewas gantung diri oleh ayah korban sekitar pukul 21.00 Wita, tidak ditemukan alat pendukung seperti kursi atau pijakan di sekitar posisi korban tergantung.
Pengakuan keluarga korban tersebut, diperkuat dengan adanya rekaman suara AN yang diterima telisik.id sebelum ditemukan tewas bunuh diri. Dalam rekaman itu, AN terdengar gugup dan merintih menceritakan penyiksaan yang dialaminya di sebuah gedung sekolah tempat yang diduga ia disekap oleh kekasihnya LL.
"Dia suruh saya pulang, tapi saya malu bajuku robek-robek, saya sudah babak belur, saya berusaha lari tapi dia kejar saya. Di sekolah satu malam itu dia pukul saya, dia injak, dia seret saya," pengakuan AN dalam rekaman tersebut.
Bahkan dalam rekaman itu, AN sempat berucap pilu. "Mungkin kalau habis napasku di situ, cuman kasih tinggal begitu saja," rintih AN.
Hingga saat ini, terduga pelaku LL dikabarkan telah dipulangkan oleh pihak kepolisian karena dianggap belum cukup bukti terkait keterlibatannya dalam kematian korban.
Namun, pihak keluarga dan seluruh lapisan masyarakat di Kecamatan Kadatua berharap serta mendesak kepolisian tidak hanya fokus pada peristiwa bunuh diri yang dilakukan AN. Tetapi harus mengusut tuntas tindakan penganiyaan yang diduga menjadi pemicu korban nekat mengakhiri hidupnya secara tragis. (A)
Penulis: Ali Iskandar Majid
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS