Heboh Gravitasi Bumi Diprediksi Lenyap pada 12 Agustus 2026 Selama 7 Detik, Begini Faktanya

Merdiyanto

Content Creator

Minggu, 25 Januari 2026  /  8:48 am

Bumi diprediksi akan kehilangan gravitasinya selama 7 detik pada 12 Agustus 2026. Foto: Repro Freepik.

JAKARTA, TELISIK.ID - Belakangan ini, media sosial diramaikan oleh narasi yang mengklaim bahwa gaya gravitasi Bumi akan menghilang secara total pada tanggal 12 Agustus 2026.

Tidak tanggung-tanggung, pesan berantai tersebut menyebutkan fenomena ini akan berlangsung selama 7 detik, yang memicu kekhawatiran mengenai potensi kekacauan global.

Berdasarkan video yang beredar di TikTok dan Instagram, peristiwa tersebut diklaim telah diketahui oleh NASA, namun sengaja dirahasiakan dari publik.

Menurut laporan dari situs pemeriksa fakta Snopes, isu ini bermula dari unggahan seorang pengguna yang kini sudah tidak tersedia. Dalam unggahan tersebut, ia menyebut 12 Agustus 2026 sebagai hari di mana gravitasi Bumi akan menghilang selama 7 detik.

Melansir CNBC Indonesia, Sabtu (24/1/2026), unggahan tersebut mencatut nama 'Project Anchor', sebuah proyek beranggaran US$ 89 miliar yang kabarnya bocor ke publik pada November 2024.

Baca Juga: Misteri Terpecahkan, Ilmuwan Temukan Alasan Manusia Tidak Memiliki Ekor

Di Instagram, video ini telah menyebar luas dengan total 268.000 bagikan dan mendapatkan hampir 62.000 tanda suka.

Tanggal yang disebut itu bertepatan dengan gerhana matahari total di kawasan Arktik hingga Spanyol. Fenomena luar angkasa ini sering kali dipelintir menjadi hoaks kiamat dan spekulasi tak berdasar yang viral di media sosial.

Narasi itu mengeklaim bahwa dalam dua detik pertama, segala sesuatu yang tidak terikat akan melayang. Pada detik ketiga hingga keempat, objek-objek tersebut dikatakan akan terus naik hingga mencapai ketinggian 15 hingga 20 meter dari permukaan tanah.

Secara ilmiah, hal ini bertentangan dengan Hukum Pertama Newton (Inersia). Hukum tersebut menyatakan bahwa suatu benda akan tetap diam atau terus bergerak lurus beraturan, kecuali jika ada gaya luar yang memaksanya berubah.

Puncaknya, pada detik ke-7,3, narasi tersebut mengeklaim bahwa gravitasi akan kembali secara mendadak, menyebabkan segala sesuatu yang sempat melayang jatuh menghantam tanah seketika, dilansir dari IFLScience, Sabtu (24/1/2026).

Para ilmuwan membantah klaim tersebut karena tidak adanya mekanisme fisika yang mendukung hilangnya gravitasi Bumi secara mendadak.

Karena gravitasi berpangkal pada massa, gaya tarik ini hanya akan hilang jika massa Bumi lenyap, sebuah skenario yang secara logika tidak mungkin terjadi.

Sementara itu, narasi yang mencoba menghubungkan fenomena ini dengan gelombang gravitasi akibat tabrakan lubang hitam juga dinilai salah kaprah oleh para ahli.

Baca Juga: Heboh Rotasi Bumi Melambat hingga 25 Jam Sehari, Begini Penjelasannya

Para ahli menekankan bahwa gelombang gravitasi memiliki sifat yang sangat lemah. Detektor paling presisi dalam sejarah manusia pun masih harus berjuang keras untuk mendeteksinya.

Lebih jauh lagi, karakteristik sinyal gelombang gravitasi hanya muncul pada fase akhir benturan objek langit, sehingga mustahil untuk diprediksi secara akurat dalam jangka waktu lama."

Ada dua kekeliruan besar dalam klaim itu. Pertama, gelombang gravitasi bergerak secepat cahaya, sehingga mustahil diprediksi jauh sebelumnya tanpa melanggar hukum fisika. Kedua, NASA bukanlah lembaga yang memantau fenomena ini, melainkan kolaborasi riset LIGO-Virgo-KAGRA. (C)

Penulis: Merdiyanto

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS