Misteri Terpecahkan, Ilmuwan Temukan Alasan Manusia Tidak Memiliki Ekor

Merdiyanto , telisik indonesia
Minggu, 18 Januari 2026
0 dilihat
Misteri Terpecahkan, Ilmuwan Temukan Alasan Manusia Tidak Memiliki Ekor
Ilmuwan temukan alasan kenapa manusia tidak memiliki ekor. Foto: Repro INDY.

" Perjalanan ilmiah ini berawal dari rasa ingin tahu Bo Xia terhadap anatomi tubuhnya sendiri "

JAKARTA, TELISIK.ID - Perpecahan evolusioner yang terjadi 25 juta tahun silam antara nenek moyang manusia dan kera dengan kelompok monyet disinyalir menjadi awal mula hilangnya struktur ekor pada garis keturunan kita.

Meskipun dampaknya sangat nyata, kepastian mengenai mutasi genetik mana yang memicu perubahan anatomi drastis ini terus menjadi teka-teki hingga saat ini.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature mengidentifikasi mutasi genetik unik pada gen TBXT yang terkait erat dengan hilangnya ekor manusia. Dalam dunia hewan, gen ini memiliki fungsi utama sebagai pengatur panjang ekor.

Perjalanan ilmiah ini berawal dari rasa ingin tahu Bo Xia terhadap anatomi tubuhnya sendiri. Ketertarikannya pada evolusi ekor muncul saat ia mengalami cedera tulang ekor, yang kemudian membawanya menjadi peneliti utama di Broad Institute.

Penulis senior studi ini, Itai Yanai, memuji pendekatan inovatif yang dilakukan Xia. Direktur Laboratorium Bioinformatika NYU Langone Health ini menyatakan, "Bo benar-benar jenius karena dia melihat sesuatu yang setidaknya telah dilihat oleh ribuan orang sebelumnya — tetapi dia melihat sesuatu yang berbeda."

Baca Juga: Heboh Rotasi Bumi Melambat hingga 25 Jam Sehari, Begini Penjelasannya

Melansir Sindonews, Minggu (18/1/2026), evolusi hewan selama jutaan tahun didorong oleh dinamika perubahan genetik, yang mencakup transformasi sederhana hingga modifikasi anatomi yang jauh lebih kompleks.

Para peneliti menyoroti peran elemen Alu, sekuens DNA khusus primata yang dikenal mampu memicu perubahan besar dengan cara menyisipkan diri ke dalam kode genetik atau genom makhluk hidup.

Peneliti menemukan dua elemen Alu unik pada gen TBXT kera besar yang tidak dimiliki monyet. Elemen ini berada di intron, bagian DNA yang selama ini dianggap sebagai 'materi gelap' yang tidak berfungsi dalam genom kita.

Sifat repetitif sekuens Alu memicu penghapusan ekson saat penyambungan RNA pada gen TBXT. Inilah mekanisme genetik utama yang menyebabkan ekor tidak lagi tumbuh pada manusia dan kera besar.

Eksperimen pada tikus akhirnya mengonfirmasi: hilangnya ekor manusia adalah 'tiket emas' evolusi yang memungkinkan nenek moyang kita berjalan tegak. Dengan memasukkan elemen Alu ke tikus, peneliti melihat langsung bagaimana transisi besar ini terjadi jutaan tahun lalu.

Baca Juga: Viral, Temuan Baru NASA Bumi Sudah Berhenti Putari Matahari

Meskipun membantu manusia berjalan tegak, mutasi gen TBXT ini tidaklah sempurna. Eksperimen pada tikus menunjukkan bahwa hilangnya ekor berkaitan erat dengan spina bifida, mengisyaratkan adanya 'bayaran' kesehatan di balik transformasi evolusioner kita.

Yanai mengungkapkan kekagumannya atas implikasi luas dari penemuan mereka, dengan berkomentar, "Sekarang kita bisa berjalan dengan dua kaki. Dan kita telah mengembangkan otak yang besar dan menggunakan teknologi, semua itu hanya dari elemen egois yang masuk ke intron suatu gen. Ini sungguh menakjubkan bagi saya."

Terobosan ini menandai babak baru dalam biologi evolusi dan analisis genomik. Dengan memahami mekanisme penyambungan alternatif ini, para ahli kini memiliki alat baru untuk mengungkap rahasia di balik transformasi fisik berbagai spesies di masa depan. (C)

Penulis: Merdiyanto

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga