Heboh Rotasi Bumi Melambat hingga 25 Jam Sehari, Begini Penjelasannya

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 01 Januari 2026
0 dilihat
Heboh Rotasi Bumi Melambat hingga 25 Jam Sehari, Begini Penjelasannya
Isu perlambatan rotasi Bumi kembali mencuat setelah ilmuwan mengungkap potensi perubahan durasi sehari di masa depan. Foto: Repro Pexels.

" Isu rotasi Bumi melambat hingga membuat durasi sehari menjadi 25 jam kembali mencuat "

LONDON, TELISIK.ID - Isu rotasi Bumi melambat hingga membuat durasi sehari menjadi 25 jam kembali mencuat, seiring temuan ilmuwan Inggris tentang perubahan tempo rotasi planet.

Fenomena melambatnya rotasi Bumi kembali menjadi perbincangan publik setelah para peneliti dari Durham University, Inggris, mengungkapkan hasil kajian mengenai perubahan tempo rotasi planet ini.

Dalam kajian tersebut, ilmuwan mencatat bahwa perputaran Bumi pada porosnya tidak selalu konstan dan cenderung melambat secara gradual dalam skala waktu sangat panjang.

Rotasi Bumi merupakan gerakan berputarnya planet ini pada sumbu imajiner dari arah barat ke timur. Satu kali putaran penuh memerlukan waktu sekitar 23 jam 56 menit 4 detik, yang kemudian dibulatkan menjadi 24 jam sebagai dasar penetapan satu hari kalender.

Rotasi ini terjadi pada sumbu yang miring sekitar 23,5 derajat terhadap bidang orbit Bumi saat mengelilingi Matahari.

Gerakan rotasi tersebut tidak dirasakan secara langsung oleh makhluk hidup. Gaya gravitasi Bumi menjaga semua benda tetap melekat di permukaan, sehingga perubahan kecepatan rotasi tidak menimbulkan sensasi fisik dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, rotasi memiliki peran penting dalam menentukan terjadinya siang dan malam, arah terbit dan terbenam Matahari, serta pembagian zona waktu di berbagai wilayah dunia.

Baca Juga: Rotasi Bumi Bergerak Lebih Cepat pada Juli-Agustus 2025, Ini Kata Ilmuwan

Selain itu, rotasi Bumi juga memengaruhi dinamika atmosfer dan lautan melalui gaya Coriolis. Gaya ini menyebabkan pembelokan arah angin dan arus laut, yang kemudian berperan dalam pembentukan pola cuaca dan iklim global. Dengan demikian, perubahan sekecil apa pun pada rotasi tetap menjadi perhatian ilmuwan karena dampaknya terhadap sistem Bumi secara keseluruhan.

Dalam penelitiannya, tim ilmuwan Inggris menganalisis data fenomena astronomi yang tercatat selama 2.735 tahun. Dari data tersebut, terlihat bahwa panjang satu hari di Bumi bertambah sekitar dua milidetik setiap abad. Temuan ini menunjukkan adanya perlambatan rotasi yang berlangsung sangat lambat namun konsisten.

“Itu artinya percepatan rotasi Bumi selama ini berubah-ubah,” jelas Leslie Morrison, astronom yang tergabung dalam tim penelitian tersebut, sebagaimana dikutip dari Tribunnews, Kamis (1/1/2026).

Perubahan ini juga terkonfirmasi melalui perhitungan ulang waktu terjadinya gerhana yang diamati dari Bumi sejak ribuan tahun lalu.

Leslie Morrison menjelaskan bahwa perlambatan ini secara teoritis memungkinkan durasi satu hari bertambah melebihi 24 jam. Namun, dampaknya tidak akan terasa dalam waktu dekat.

“Untuk bertambah satu menit saja, dibutuhkan sekitar 6,7 juta tahun,” ujarnya.

Dengan perhitungan tersebut, diperlukan waktu sekitar dua juta abad agar satu hari di Bumi mencapai durasi 25 jam.

Baca Juga: Bumi Makin Panas, 2025 Disebut Masuk Tiga Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

Para peneliti menyebut ada sejumlah faktor yang memengaruhi perlambatan rotasi Bumi. Salah satu faktor utama adalah gesekan pasang surut akibat tarikan gravitasi Bulan dan Matahari. Tarikan ini menyebabkan deformasi pada lautan dan kerak Bumi, sehingga bekerja layaknya rem alami yang memperlambat putaran planet.

Selain itu, perubahan distribusi massa Bumi juga berpengaruh. Pencairan es di wilayah kutub, seperti Greenland dan Antartika, memindahkan massa air ke daerah ekuator. Perpindahan ini berdampak pada kecepatan rotasi, mirip dengan gerakan penari balet yang memperlambat putaran saat merentangkan tangan.

Faktor lain yang turut berkontribusi antara lain gempa bumi besar, pergerakan lempeng tektonik, serta dinamika inti Bumi. Meski efeknya sangat kecil, perubahan ini tetap tercatat dalam pengukuran presisi tinggi menggunakan jam atom. Penyesuaian waktu global pun dilakukan secara berkala agar tetap selaras dengan rotasi Bumi yang terus berubah secara alami. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga