Iklan Anies dari Penggemar K-Pop di Videotron Jakarta dan Bekasi Diturunkan, Pemprov DKI Berkilah Ranah Swasta

Mustaqim

Reporter

Selasa, 16 Januari 2024  /  6:59 pm

Iklan Anies Baswedan yang tayang di videotron Graha Mandiri, Jakarta Pusat, sebelum diturunkan mendadak pada Senin (15/1/2024). Foto: tangkapan layar video akun X Olppaemi Project

JAKARTA, TELISIK.ID – Iklan calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, yang tampil di beberapa videotron Jakarta dan Bekasi mendadak diturunkan (take down).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku videotron yang digunakan adalah milik swasta sehingga sebaiknya disampaikan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Salah satu lokasi videotron di Jakarta yang menampilkan iklan Anies adalah yang berada di Graha Mandiri, tepat di persimpangan Jalan Imam Bonjol-Jalan KH Agus Salim-Jalan Pamekasan, Jakarta Pusat. Namun, pada Selasa (16/1/2024), iklan tersebut sudah tidak ada.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengatakan, videotron di Graha Mandiri itu merupakan milik swasta sehingga penurunan iklan Anies bukan kewenangan Pemprov DKI.

Baca Juga: Debat Keempat Pilpres 2024 KPU Batasi Pengawal Capres-Cawapres, TKN Pastikan Gibran Bikin Kejutan Baru

“Ini ranah swasta. Untuk kepemilikan dan pengelolaan, apakah oleh Graha Mandiri atau biro reklame swasta,” ujar Sigit di Jakarta, Selasa (16/1/2024).

Karena iklan Anies kontennya terkait Pemilu, Sigit menyarankan sebaiknya Tim Nasional Pemenangan Anies-Muhaimin (Timnas AMIN) melaporkan ke Bawaslu sebagai lembaga yang memiliki kewenangan.

Penurunan iklan Anies secara mendadak itu diprotes Timnas AMIN. Ramli Rahim, salah satu Juru Bicara Timnas AMIN, menyesalkan pihak yang dianggapnya bertindak secara semena-mena.

Dia menuturkan, iklan Anies di videotron Jakarta dan Bekasi dibiayai dari hasil patungan para penggemar K-Pop yang mendukung Anies.

“Padahal ini urunan anak-anak penggemar K-Pop untuk pasang iklan. Sayang sekali kreativitas anak bangsa diberangus oleh kekuatan penguasa. Sebegitu takutnya mereka sama AMIN,” tegas Ramli di Jakarta, Selasa (16/1/2024).

Ramli menuding adanya upaya melemahkan perjuangan pasangan Anies-Muhaimin, Timnas AMIN, relawan, dan simpatisan untuk memenangkan capres nomor urut 1 di Pilpres 2024. Dia mencontohkan kasus di daerah asalnya di Maros, Sulawesi Selatan. Di wilayah ini ratusan bendera dan spanduk AMIN hilang dari titik pemasangan.

Informasi yang diterima, menurut Ramli, ada sekelompok orang yang dibayar untuk mencopot spanduk dan bendera AMIN.

“Entah siapa yang bayar karena mereka sangat profesional,” tuturnya.

Iklan videotron Anies yang dipasang penggemar K-Pop itu belum sehari dipasang dari kontrak sepekan dengan pemerintah daerah setempat. Iwan Tarigan, Juru Bicara lain Timnas AMIN, menegaskan bahwa timnya akan menempuh upaya hukum.

“Perlakuan ini sangat tidak adil. Penurunan videotron ini berkaitan dengan penguasa karena tak suka dengan aktivitas Anies-Muhaimin. Seperti kata Bapak Anies Baswedan, tekanan kepada kami belum ada apa-apanya dibandingkan dengan tekanan yang dirasakan rakyat dengan biaya hidup yang semakin mahal,” ujar Iwan.

Sebelumnya, Olppaemi Project, pihak penyelenggara proyek yang memasang iklan videotron Anies di Bekasi dan Jakarta mengabarkan bahwa iklan Anies tidak ditayangkan lagi dengan alasan di luar kuasa mereka.

Lewat akun X (sebelumnya bernama Twitter), @olpproject menyampaikan permintaan maaf pasca peristiwa ini.

Baca Juga: Pengeluaran Dana Kampanye PSI Rp 24 Miliar, Formappi Ragukan Komitmen Berantas Korupsi dan Tuding Penyelenggara Pemilu Tak Jujur

“Halo ini Olppaemi Project. Senang sekali rasanya menerima apresiasi yang sangat positif terhadap project yang kami lakukan. Project ini tidak akan berjalan tanpa dukungan, baik moral dan materi dari seluruh Humanies (sebutan bagi netizen Olppaemi),” tulis akun @olpproject dikutip seperti Telisik, Selasa (16/1/2024).

Pihak Olppaemi Project juga mengabarkan bahwa LED Ads yang telah dijadwalkan tayang selama seminggu, 15-21 Januari 2024, di Bekasi dan Jakarta, tidak dapat lanjut tayang di lokasi tersebut.

“Karena suatu hal yang di luar kuasa kami,” katanya.

Olppaemi Project pun mengaku terus membangun komunikasi dengan pihak terkait untuk menemukan jalan keluar yang terbaik. (A)

Reporter: Mustaqim

Editor: Fitrah Nugraha

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS