Ilmuwan Malaysia Rekrut Kutu Busuk sebagai Detektif Forensik

Merdiyanto

Content Creator

Sabtu, 29 November 2025  /  8:44 pm

Ilmuwan Malaysia menggunakan kutu busuk sebagai detektif forensik di TKP. Foto: Repro AFP

PENANG, TELISIK.ID – Tim peneliti dari Universiti Sains Malaysia (USM) di Penang telah menemukan bahwa kutu busuk tropis (Cimex hemipterus) mampu menyimpan DNA manusia dari darah yang mereka isap hingga 45 hari lamanya.  

Penemuan ini membuka peluang baru untuk menggunakan serangga kecil ini sebagai saksi diam di lokasi kejadian perkara (TKP), terutama di tempat-tempat seperti hotel, apartemen, atau tempat persembunyian pelaku kriminal.

Menurut entomolog Abdul Hafiz Ab Majid, ketua tim peneliti, DNA yang diekstrak dari kutu busuk bisa digunakan untuk profiling fenotipik dasar, termasuk menentukan jenis kelamin, warna mata, warna rambut, dan warna kulit korban atau tersangka menggunakan marker STR dan SNP.

"Kutu busuk ini seperti mata-mata di balik selimut, mereka mengisap darah sebanyak 1,5 hingga 5,3 mikroliter setiap kali makan, dan DNA-nya bisa bertahan lama," ujar Hafiz, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga: Rudal Jarak Menengah di Perbatasan, Rusia Tuding Jepang Ikuti Arahan Washington

Studi yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports milik Nature dua tahun lalu ini merupakan yang pertama kalinya kutu busuk tropis dimanfaatkan untuk keperluan forensik.  

Peneliti postdoctoral Lim Li bahkan mendemonstrasikan dengan membiarkan kutu busuk mengisap darahnya sendiri untuk menguji degradasi DNA.  

Keunggulan kutu busuk sebagai alat forensik terletak pada kebiasaan mereka bersembunyi di tempat gelap seperti kepala tempat tidur, jahitan kasur, atau sarung bantal, tempat yang sering luput dari pembersihan di TKP.  

Berbeda dengan nyamuk atau lalat, kutu busuk tidak bisa terbang dan setelah kenyang, mereka hanya bergerak dalam radius 6 meter dari tempat makan, sehingga bisa membantu mempersempit lokasi bukti.  

"Mereka sempurna sebagai alat forensik karena bisa menjadi bukti ketika cairan tubuh sudah dibersihkan," tambah Hafiz.  

Baca Juga: Kesepakatan FIFA dan Kerajaan Saudi Rp 16 Triliun, Infrastruktur Sepak Bola Negara Berkembang Dirombak Total

Meski menjanjikan, ada batasannya, kutu busuk hanya berguna dalam jangka waktu 45 hari, sehingga tidak cocok untuk kasus dingin yang sudah lama, seperti dilansir dari kumparan.com, Sabtu (29/11/2025).  

Selain itu, tim peneliti berencana mengedukasi masyarakat bahwa kutu busuk tidak menularkan penyakit, meski bisa menyebabkan ruam gatal.  

"Kami ingin mengubah pandangan bahwa kutu busuk hanyalah musuh, mereka bisa jadi sekutu dalam memecahkan kejahatan," kata Lim Li.  

Penemuan ini telah menarik perhatian internasional, dengan harapan bisa diterapkan oleh kepolisian Malaysia dan negara lain untuk meningkatkan akurasi investigasi forensik. (C)

Penulis: Merdiyanto  

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS