Viral, Bintang Berekor di Bulan Ramadan Dikaitkan Tanda Dukhan dan Kedatangan Dajjal 70 Ribu Pasukan Isfahan

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 02 Maret 2026
0 dilihat
Viral, Bintang Berekor di Bulan Ramadan Dikaitkan Tanda Dukhan dan Kedatangan Dajjal 70 Ribu Pasukan Isfahan
Bintang berekor viral selama Ramadan memicu isu pasukan Isfahan dan spekulasi tanda kiamat. Foto: Repro BBC

" Rekaman langit malam yang memperlihatkan cahaya terang berekor mendadak ramai beredar selama Ramadan "

JAKARTA, TELISIK.ID - Rekaman langit malam yang memperlihatkan cahaya terang berekor mendadak ramai beredar selama Ramadan dan memicu beragam tafsir di tengah masyarakat.

Video tersebut menampilkan benda bercahaya melintas cepat di angkasa sehingga banyak orang mengaitkannya dengan tanda-tanda akhir zaman, termasuk dukhan dan kemunculan Dajjal.

Sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan fenomena yang disebut sebagai “bintang berekor”. Cahaya itu tampak memiliki jejak panjang menyerupai ekor dan terlihat jelas di langit malam.

Melansir suara.com jaringan telisik.id, Senin (2/3/2026), dalam waktu singkat, potongan video tersebut dibagikan ulang ribuan kali dan memunculkan spekulasi yang berkembang luas.

Sebagian warganet kemudian mengaitkan peristiwa itu dengan riwayat keagamaan. Beredar kutipan hadits yang berbunyi, “Bintang berekor telah terbit. Aku khawatir dukhan telah muncul. Ini yang membuatku tidak bisa tidur hingga subuh.” (HR. Hakim).

Kutipan tersebut disebarkan tanpa penjelasan mengenai status keabsahannya sehingga memunculkan kekhawatiran di tengah publik.

Selain itu, muncul pula hadits shahih yang sering dicantumkan bersamaan dengan video tersebut. Riwayat itu berbunyi, “Dajjal akan diikuti oleh 70.000 Yahudi dari Isfahan, mereka memakai thayalisah (selendang Persia).” (HR. Muslim). Sebagian orang kemudian menarik kesimpulan bahwa fenomena langit tersebut berkaitan langsung dengan peristiwa akhir zaman.

Baca Juga: Fenomena Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bakal Hiasi Langit Indonesia, Ini Jadwal dan Cara Lihatnya

Pendakwah Khalid Basalamah turut memberikan penjelasan terkait beredarnya riwayat tersebut. Ia menegaskan bahwa hadits tentang kemunculan bintang berekor yang dikaitkan dengan dukhan tidak dapat dijadikan sandaran.

Menurutnya, riwayat itu tidak sahih bahkan dinilai sebagai hadits palsu oleh sejumlah ulama.

Dalam kajian yang beredar, ia mengingatkan agar umat Islam tidak mudah menghubungkan setiap fenomena alam dengan tanda kiamat.

Penafsiran yang tidak didasarkan pada dalil yang kuat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan yang tidak perlu.

Secara ilmiah, cahaya berekor di langit dikenal sebagai komet atau meteor. Fenomena ini terjadi ketika benda langit melintasi atmosfer bumi sehingga menimbulkan pijaran cahaya. Peristiwa tersebut tercatat sering muncul pada waktu tertentu dan dapat diamati dari berbagai wilayah.

Baca Juga: Hasil Nego Tarif Prabowo dengan Trump, Barang Impor AS Masuk RI Tak Perlu Dilabeli Sertifikasi Halal

Para ulama juga menjelaskan bahwa dukhan dalam ajaran Islam merupakan peristiwa besar yang berdampak luas. Kejadiannya berskala global dan tidak sekadar penampakan cahaya sesaat di langit malam. Karena itu, menyamakan fenomena astronomi biasa dengan tanda besar kiamat dinilai tidak tepat.

Adapun hadits tentang 70.000 pengikut Dajjal dari Isfahan dipahami sebagai informasi mengenai kondisi pada masa kemunculan Dajjal kelak. Riwayat itu tidak berkaitan langsung dengan tanda-tanda astronomi yang bisa dipastikan waktunya saat ini. Penarikan kesimpulan dari video viral terhadap hadits tersebut dinilai terlalu jauh.

Ramainya pembahasan ini menunjukkan bagaimana informasi dapat menyebar cepat tanpa verifikasi. Sejumlah pihak mengingatkan pentingnya tabayyun sebelum membagikan konten yang belum jelas sumbernya, terutama jika menyangkut isu keagamaan yang sensitif.

Fenomena “bintang berekor” yang terlihat selama Ramadan pada dasarnya merupakan kejadian alam yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Berdasarkan penjelasan para ulama dan rujukan yang ada, tidak ditemukan bukti sahih yang mengaitkannya dengan dukhan maupun kemunculan Dajjal. Masyarakat diimbau tetap tenang dan menyikapi informasi secara cermat serta proporsional. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga