Kasus COVID-19 di Kendari Bertambah Lagi, RS Masih Kosong

Musdar

Reporter

Jumat, 29 Oktober 2021  /  2:01 am

RSUD Kota Kendari. Foto: Musdar/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Rantai penyebaran COVID-19 di Kota Kendari belum benar-benar terputus.

Meskipun sebelumnya sudah 0 kasus pada 14 Oktober 2021 lalu, kini kasus konfirmasi positif kembali bertambah.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 per 28 Agustus 2021, kasus positif di Kota Kendari tercacat ada 6 orang.

Sementara itu, akumulasi kasus positif COVID-19 di Kota Kendari sampai dengan saat ini sebanyak 7.718 orang.

Dari total kasus tersebut, 7.617 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh, 95 meninggal dan 6 orang masih berstatus aktif positif COVID-19.

Dirut RSUD dr Sukirman menyampaikan, 6 orang yang dinyatakan positif COVID-19 itu tidak dirawat di RSUD Kota Kendari.

"Tidak ada (pasien COVID-19 dirawat di RSUD)," kata dr Sukirman.

Senada dengan itu, Kepala Ruang Isolasi RS Bahteramas Kendari, Mulyanto Nur mengatakan, 6 orang tersebut juga tidak di rawat di RS Bahteramas.

Mulyanto mengatakan, RS Bahteramas sudah lama tidak lagi merawat pasien COVID-19.

"Bahteramas sudah 1 bulan lebih belum ada kasus. Untuk sementara rata-rata suspek (orang yang bergejala COVID-19) tapi di tes negatif terus," ungkapnya.

Baca Juga: Pemkot Kendari Anggarkan Perbaikan Mesin Pompa PDAM di 2022

Baca Juga: Hidup Sebatang Kara sampai Sakit-sakitan, Nenek di Kendari Ini Butuh Uluran Tangan

Sementara itu, Jubir Satgas COVID-19 Kota Kendari dr Alghazali Amirullah menyampaikan bahwa 6 orang yang terpapar itu masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) sehingga penanganan dilakukan dengan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

"Yang 6 orang ini OTG Isoman di rumah," kata dr Alghazali.

dr Algazali Amirullah mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 belum berakhir, oleh karena itu ia mengajak masyarakat agar tetap disiplin menerapkan prokokol kesehatan COVID-19 serta mengikuti Imbauan pemerintah.

"Jadi imbauan saya buat masyarakat Kota Kendari bahwa pandemi COVID-19 ini belum berakhir, mari sama-sama untuk kita lebih meningkatkan kedisiplinan, kewaspadaan dan kepedulian. Jangan sampai menjelang natal dan tahun baru 2022 ini seperti yang lalu kita lengah dan abai sehingga terjadi peningkatan luar biasa," ungkapnya.

Diketahui, dalam penanganan pasien COVID-19 rumah sakit hanya merawat pasien dengan gejala sedang hingga berat, sedangkan untuk yang OTG atau yang gejala ringan dianjurkan untuk isoman. (A)

Reporter: Musdar

Editor: Fitrah Nugraha