Kemendagri Tantang Pemda dan KPU Daerah Buat Inovasi Simulasi Pilkada

Rahmat Tunny

Reporter Jakarta

Rabu, 10 Juni 2020  /  12:48 pm

Bahtiar, Plt Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri. Foto: Ist.

JAKARTA, TELISIK.ID -  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengajak Pemerintah Daerah bersama penyelenggara pemilu di daerah untuk melakukan simulasi pelaksanaan tahapan pilkada sebagai bentuk inovasi pendidikan pemilih, dalam persiapan tahapan pelaksanaan pilkada serentak 2020 dengan protokol COVID-19.

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar, mengatakan, simulasi dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Misalnya buat simulasi pelaksanaan kampanye terbatas dengan protokol COVID-19, simulasi pelaksanaan pencoblosan dengan protokol COVID-19 dan lain-lain.

“Dukungan nyata dan kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi amat penting dalam pelaksanaan pilkada serentak,” kata Bahtian saat webinar bersama Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI), Selasa (9/6/2020) malam.

Dengan adanya simulasi tersebut, kata Bahtiar, pihak penyelenggara Pemilu di tiap daerah, masyarakat dan juga unsur TNI dan Polri dapat mengantisipasi potensi kerumunan, dan mengatur bagaimana pelaksanaan pilkada yang aman bagi masyarakat dan aman bagi penyelenggara.

Baca juga: Alfa Mart dan Alfa Midi Ditolak Masuk Bombana

Bahtiar menjelaskan, dengan adanya unsur keberagaman kondisi geografis dan tingkat kepadatan penduduk yang berbeda, budaya dan kebiasaan masyarakat yang berbeda pada 270 daerah yang akan melaksanakan pilkada 2020, maka terbuka peluang adanya inovasi protokol kesehatan yang diterapkan oleh penyelenggara pemilu di daerah, setelah berkonsultasi dan mendapat pertimbangan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang ada pada setiap provinsi dan kabupaten/kota, untuk selanjutnya disesuaikan dengan kondisi obyektif daerahnya masing-masing.  

“Kondisi obyektif berbeda di tiap daerah, ada yang padat penduduk, ada yang jarang penduduknya, tingkat suhu, cuaca dan iklim juga patut diperhitungkan sehingga pelaksanaan protokol kesehatan harus menyesuaikan daerah masing-masing. Misalnya pemilihan lokasi TPS yang mudah terkena sinar matahari, kita tahu bahwa COVID-19 tak tahan dengan sinar ultra violet matahari sehingga bisa mengurangi resiko kesehatan,” jelasnya.

Partisipasi setiap warga masyarakat harus terus didorong dan digerakkan sejak dini, termasuk mensosialisasikan protokol kesehatan yang akan berlaku pada setiap tahapan. Bahtiar berkeyakinan pelaksanaan sisa tahapan pilkada serentak 2020 akan berjalan dengan baik, karena masyarakat yang terlibat adalah masyarakat dengan usia dewasa sesuai syarat yang menjadi pemilih.

Baca juga: Mahasiswa UNY Buat Media Pembelajaran Bertema Karakter

“Berbeda dengan mengatur aktivitas masyarakat untuk kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya dimana semua ukur boleh. Sedangkan pilkada mensyaratkan hanya orang dewasa yang memiliki hak pilih sesuai UU  yang boleh datang ke TPS dan begitu pula kampanye adalah yang boleh hadir hanya orang yang dewasa sehingga akan lebih mudah diatur,” ucap Bahtiar.

Dengan sosialisasi yang sistemik, terstruktur dan masif informasi protokol kesehatan tiap tahapan pilkada yang jelas lengkap, maka masyarakat akan dibekali  dengan pengetahuan yang cukup tentang bagaimana menggunakan haknya dalam proses pilkada serentak di tengah pandemi COVID-19.

“Bangsa ini harus bangkit, kekhawatiran itu bisa dikalahkan dengan pengetahuan dan pemahaman yang lengkap mengenai siapa dan apa kelemahan COVID-19 yang menjadi musuh kita ini. Sehingga kita bisa mencegah seluruh potensi penularan pada setiap aktivitas pelaksanaaan tahapan pilkada 2020 dengan baik," pungkasnya.

"Pola pikir harus kita ubah, dengan paradigma kenormalan baru. Seluruh aktivitas kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan termasuk bekerjanya sistem politik semuanya harus melakukan adaptasi. Ini pengalaman pertama bagi semua bangsa di seluruh dunia dan pengalaman baru bagi penyelenggara pemilu di seluruh dunia. Mari kita semangat bersatu melanjutkan agenda suksesi kepemimpinan pada 270 daerah," tutup Bahtiar.

Reporter: Rahmat Tunny

Editor: Haerani Hambali