adplus-dvertising

BPOM Indonesia Setuju Penggunaan Vaksin Sputnik V Buatan Rusia

Marwan Azis, telisik indonesia
Kamis, 26 Agustus 2021
2015 dilihat
BPOM Indonesia Setuju Penggunaan Vaksin Sputnik V Buatan Rusia
Vaksin Sputnik V buatan Rusia. Foto: Repro Alodokter.com

" Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) mengumumkan persetujuan penggunaan vaksin untuk melawan virus Corona di Indonesia "

JAKARTA, TELISIK.ID - BPOM Indonesia menyetujui penggunaan vaksin Sputnik V buatan Rusia.

Persetujuan tersebut menempatkan Indonesia menjadi negara ke-70 di dunia yang mendaftarkan penggunaan vaksin Sputnik V dan vaksin tersebut diberikan izin penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia.

Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) mengumumkan persetujuan penggunaan vaksin untuk melawan virus Corona di Indonesia.


"Indonesia merupakan salah satu negara terpadat di Asia dan masuknya vaksin Sputnik V dalam portofolio vaksin nasional akan memungkinkan penggunaan vaksin paling aman dan efektif di dunia," kata CEO RDIF Kirill Dmitriev melalui keterangan persnya di Jakarta, Kamis (26/8/2021).

Dmitriev mengatakan, vaksin Sputnik V tersebut didasarkan pada platform vektor adenoviral manusia yang telah terbukti dan berhasil digunakan di lebih dari 50 negara.

"Persetujuan penggunaan vaksin tersebut di Indonesia didasarkan pada hasil penilaian yang komprehensif terhadap vaksin terkait dan akan memberikan kontribusi penting dalam upaya Indonesia melawan pandemi," kata dia lebih lanjut.

Diungkapkan, data global yang diperoleh selama vaksinasi dengan menggunakan vaksin Sputnik V di sejumlah negara seperti Argentina, San Marino, Serbia, Hungaria, Bahrain, Meksiko, Uni Emirat Arab dan lainnya menunjukkan bahwa Sputnik V merupakan salah satu vaksin paling aman dan efektif dalam melawan virus Corona.

Sementara total penduduk di dunia yang menyetujui penggunaan vaksin Sputnik V sudah melampaui 4 miliar orang, artinya lebih dari setengah dari total penduduk di dunia.

Vaksin buatan Rusia itu menempati urutan kedua di antara vaksin COVID-19 yang mendapat persetujuan penggunaan paling banyak dari regulator pemerintah.

Sputnik V juga disetujui untuk digunakan di Rusia, Belarusia, Argentina, Bolivia, Serbia, Aljazair, Palestina, Venezuela, Paraguay, Turkmenistan, Hungaria, Uni Emirat Arab, Iran, Republik Guinea, Tunisia, Armenia, Meksiko, dan lain sebagainya.

Ia menambahkan, salah satu dari keunggulan vaksin Sputnik V adalah bahwa vaksin tersebut memiliki efektivitas sebesar 97,6 persen berdasarkan analisis data tingkat infeksi virus corona di antara warga Rusia yang divaksin dengan vaksin Sputnik V pada 5 Desember 2020 hingga 31 Maret 2021.

Sementara itu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menerbitkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin Sputnik-V untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas.

"Pemberian EUA untuk vaksin COVID-19 Sputnik-V telah melalui kajian secara intensif oleh BPOM bersama Tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Covid-19 dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI)," kata Kepala BPOM RI Penny K Lukito di Jakarta.

Menurut Penny Lukito, Sputnik-V merupakan vaksin yang dikembangkan oleh The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Rusia yang menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S).

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Provinsi Termasuk Sultra

Baca Juga: Kapolda Sumsel Dicopot Gegara Sumbangan Akidi Tio Rp 2 Triliun

Vaksin Sputnik V didaftarkan oleh PT Pratapa Nirmala sebagai pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan dan mutu vaksin itu di tanah air.

Penny menyebut vaksin Sputnik-V digunakan dengan indikasi pencegahan COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 untuk orang berusia 18 tahun ke atas.

Dalam penggunaannya kata Penny, vaksin Sputnik-V diberikan secara injeksi intramuskular (IM) dengan dosis 0,5 mL untuk dua kali penyuntikan dalam rentang waktu tiga pekan.

"Vaksin ini termasuk dalam kelompok vaksin yang memerlukan penyimpanan pada kondisi suhu khusus, yaitu pada suhu di kisaran minus 20 derajat celcius hingga 2 derajat celcius," tuturnya.

Ia menerangkan penilaian terhadap data mutu Sputnik V telah mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara internasional.

Berdasarkan hasil kajian terkait dengan keamanannya, kata Penny, efek samping dari penggunaan vaksin Sputnik-V memiliki tingkat keparahan ringan atau sedang.

Hasil itu dilaporkan pada uji klinik vaksin COVID-19 Sputnik-V (Gam-COVID-Vac) dan uji klinik vaksin lainnya dari teknologi platform yang sama. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga