Viral Pidato Prabowo Tukang Kupas Bawang Rp 700 Ribu per Kilogram, Fakta di Lapangan Rp 10 Ribu per Karung
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 17 Agustus 2026
0 dilihat
Buruh pengupas bawang dan seorang perempuan yang tampil dalam acara resmi, terkait viralnya pernyataan upah mengupas bawang Rp 700.000 per kilogram. Foto: Repro Fajar
" Pidato Presiden Prabowo Subianto soal buruh kupas bawang berupah Rp 700 ribu per kilogram viral "

SUKABUMI, TELISIK.ID - Pidato Presiden Prabowo Subianto soal buruh kupas bawang berupah Rp 700 ribu per kilogram viral, sementara pekerja Sukabumi mengaku dibayar Rp 10 ribu per karung.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR, DPR, DPD RI di Senayan, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026.
Dalam kesempatan itu, Prabowo memperkenalkan seorang buruh harian asal Kabupaten Bogor bernama Susanah. Ia disebut sebagai salah satu penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang bekerja sebagai buruh harian pengupas bawang.
Di hadapan ratusan anggota DPR RI, Prabowo menyebut Susanah memperoleh upah Rp 700.000 per kilogram dari pekerjaannya sebagai buruh pengupas bawang.
"Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp 700.000 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan program sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," kata Prabowo.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian karena besaran upah yang disebutkan berbeda dengan pengakuan buruh pengupas bawang di Kota Sukabumi.
Salah seorang buruh pengupas bawang di Pasar Tipar Gede, Kota Sukabumi, bernama Yeyet, mengaku hanya menerima Rp 10.000 untuk setiap karung bawang putih yang berhasil dikupas.
Menurut Yeyet, bayaran dihitung berdasarkan jumlah karung yang diselesaikannya. Dalam sehari, ia biasanya mampu mengupas tiga hingga empat karung bawang putih.
"Satu hari kuatnya 3 atau 4 karung, dapat upahnya dihitung per karung. Satu karung itu Rp 10.000," kata Yeyet di Pasar Tipar Gede, Kota Sukabumi, seperti dikutip dari Kompas, Senin (17/8/2026).
Setiap karung bawang putih yang dikerjakan Yeyet memiliki berat sekitar 20 kilogram. Jika mampu menyelesaikan empat karung dalam sehari, penghasilannya mencapai Rp 40.000.
Penghasilan tersebut menjadi sumber pendapatan Yeyet untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, sebagian uang yang diperolehnya harus digunakan untuk membayar biaya transportasi menuju tempat kerja.
Baca Juga: Tetap Ikut Gerak Jalan Meski Ibu Wafat, Pemerintah Siapkan Beasiswa untuk Alif
Yeyet mengaku mengeluarkan sekitar Rp 15.000 untuk ongkos perjalanan. Biaya tersebut terdiri atas Rp 10.000 untuk ojek dan Rp 5.000 untuk angkutan kota.
"Upahnya nanti suka buat ongkos ke sini, bayar ojek 10 ribu terus naik angkot Rp 5.000. Alhamdulillah sisanya mah suka dibelikan beras 2 liter mah," terang Yeyet.
Yeyet mengatakan dirinya sudah lama bekerja sebagai buruh pengupas bawang putih. Pekerjaan tersebut mulai dijalaninya ketika ia baru memiliki tiga anak.
Kini, Yeyet telah memiliki delapan anak. Perempuan asal Selajambe, Cisaat, Kabupaten Sukabumi, tersebut masih menjalani pekerjaan sebagai buruh pengupas bawang untuk mendapatkan penghasilan.
Ketika ditanya mengenai adanya buruh pengupas bawang yang disebut menerima upah Rp 700.000 per kilogram, Yeyet mengaku tidak mengetahui sosok pekerja yang dimaksud.
Ia kemudian tersenyum dan menyampaikan bahwa dirinya tentu tertarik jika memperoleh bayaran sebesar itu untuk pekerjaan mengupas bawang.
"Nya duka teu terang si Umi mah, meureun hoyong meureun. Da sakieu (satu karung) Rp 10.000 upahnya," ujar Yeyet.
Kesaksian Yeyet memperlihatkan kondisi upah buruh pengupas bawang yang ditemuinya di Pasar Tipar Gede, Kota Sukabumi. Namun, keterangan tersebut tidak serta-merta dapat digunakan untuk menggambarkan seluruh buruh pengupas bawang di daerah lain.
Pasalnya, pernyataan Prabowo dalam pidatonya secara spesifik menyebut Susanah sebagai buruh harian asal Kabupaten Bogor. Sementara Yeyet merupakan buruh pengupas bawang yang bekerja di Pasar Tipar Gede, Kota Sukabumi.
Karena itu, terdapat perbedaan informasi antara upah yang disebutkan Prabowo untuk Susanah dan upah yang diterima Yeyet berdasarkan pengakuannya. Keduanya berada pada lokasi dan konteks pekerjaan yang berbeda.
Baca Juga: Ainka Asal Baubau Raih Juara 3 Lomba Mewarnai Nasional
Berdasarkan keterangan Yeyet, upah yang diterimanya dihitung per karung, bukan berdasarkan berat bawang. Dengan kemampuan menyelesaikan tiga hingga empat karung dalam sehari, penghasilan yang diperolehnya sekitar Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per hari.
Sementara itu, dalam pidatonya, Prabowo menyebut upah Susanah sebesar Rp 700.000 per kilogram. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Prabowo menjelaskan sosok Susanah sebagai penerima PKH dan pekerja harian pengupas bawang.
Perbedaan keterangan mengenai upah tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah potongan pidato Prabowo beredar di berbagai platform media sosial. Fakta mengenai besaran upah Yeyet di Sukabumi diketahui setelah dilakukan penelusuran terhadap kondisi buruh pengupas bawang di Pasar Tipar Gede. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS