Kisah Janda Dua Anak yang Bertahan Hidup dengan Jualan Siomay

Ahmad Sadar

Reporter

Kamis, 28 Januari 2021  /  8:43 pm

Tampak Bude Rika jilbab biru sang penjual siomay yang sedang melayani pembelinya. Foto: Sadar/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Sejak sang suami tercinta meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya, seorang ibu yang berstatus janda berjuang menghidupi dua anaknya.

Ibu berstatus janda yang memiliki dua orang anak ini terpaksa bertahan hidup dengan berjualan siomay setiap harinya, demi menghidupi keluarganya.

Sudah lima tahun lamanya wanita yang kerap disapa Bude Rika itu ditinggal pergi sang suami. Saat itu pula ia mulai perperan sebagai "Ayah" sekaligus Ibu untuk kedua anak tercintanya.

Janda yang berusia 40 tahun ini sering kali menjajakan dagangannya di pinggir jalan kawasan Kampus Universitas Halu Oleo, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

Dari pantauan Telsik.id, terlihat Ibu Rika sang penjual siomay tersebut sedang melayani pembelinya di tempat ia menjajakan dagangannya.

Tim Telisik.id pun berkesempatan menghampirinya, lalu mengajak mengobrol dengannya. Pada kesempatan itu, wanita asli Jawa Timur ini menuturkan kisahnya.

"Semenjak kepergian bapaknya, saya sudah mulai menjual siomay. Alhamdulillah, bisa untuk makan sehari-hari. Perhari itu lakunya Rp 300 ribu tapi terkadang tidak kembali modalnya," tuturnya, sesekali meniriskan siomay serta melayani para pembelinya.

Baca juga: Tinggal Digubuk, Keluarga Pemulung Ini Impikan Punya Rumah Sendiri

Dari pukul 07:30 pagi, ia mengaku mulai menjual siomay hingga menjelang siang hari di tempat biasa menjajakan daganganya tersebut.

"Kalau malam saya tidak menjual, karena perempuan tidak sama dengan tenaganya laki-laki nak, kita ini kasian setengah mati harus kerja terus, kecuali ada bapaknya dulu yang sering bantu," lanjutnya.

Selain itu, di Kota Kendari Bude Rika tinggal bersama kedua anak tercintanya. Ia juga sering kali dibantu anak laki-lakinya untuk membuat siomay yang akan dijualnya, sementara anak terakhirnya masih menginjak usia remaja.

"Ya, walaupun begini keadaanya tapi harus tetap menjual. Ada juga saudaraku yang penjual siomay, jadi sering dibantu juga. Anaku juga Alhamdulillah sering bantuin," tuturnya.

Kendati demikian, meski harus berjibaku dengan kerasnya kehidupan yang dialaminya, Ibu janda dua anak itu tak lantas menyerah dengan kondisinya saat ini.

Ia tetap semangat menjalani hari-harinya dan bersyukur atas rezki yang telah diberikan Sang Maha Kuasa kepadanya. (B)

Reporter: Ahmad Sadar

Editor: Fitrah Nugraha

TOPICS