Link Video Viral Ibu dengan Anak Tiri Disebut Bahaya, Begini Penjelasannya
Reporter
Minggu, 05 April 2026 / 10:24 am
Tautan video viral kembali beredar luas, pengguna internet diimbau waspada terhadap potensi ancaman siber. Foto: TikTok@Via riyani
JAKARTA, TELISIK.ID - Fenomena penyebaran tautan video yang mengatasnamakan konten sensitif kembali beredar luas di berbagai platform media sosial.
Kali ini, narasi yang diangkat menyangkut hubungan terlarang antara ibu tiri dan anak tiri yang dikemas dalam bentuk potongan video berdurasi singkat yang disebut memiliki versi lengkap. Tautan tersebut dengan cepat menjadi buruan pengguna internet.
Sejumlah akun membagikan klaim bahwa video berdurasi sekitar tujuh menit itu merupakan rekaman asli yang terjadi di Indonesia.
Narasi yang dibangun mengarahkan publik untuk mempercayai bahwa peristiwa tersebut nyata bahkan dilengkapi dengan judul tambahan yang memancing rasa penasaran.
Namun, penelusuran menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa konten tersebut tidak sesuai dengan fakta yang beredar.
Baca Juga: Sosok Pemeran Link Video Viral Ibu dengan Anak Tiri Makin Mengerucut, Disebut dari Negara Tetangga
Penyebaran tautan seperti ini umumnya memanfaatkan pola clickbait yaitu teknik untuk menarik perhatian pengguna agar mengklik tautan tertentu.
Dalam praktiknya, tautan tidak selalu mengarah pada video yang dimaksud melainkan berpotensi membawa pengguna ke situs lain yang tidak aman.
Fakta di Balik Video Viral
Melansir dari Fajar, Minggu (5/4/2026), hasil penelusuran terhadap potongan video yang beredar memperlihatkan sejumlah kejanggalan. Perbedaan elemen visual terlihat pada pakaian pemeran serta latar tempat yang berubah dalam tiap potongan klip.
Kondisi ini menunjukkan bahwa video tersebut bukan rekaman utuh melainkan hasil kompilasi dari berbagai sumber yang tidak saling berkaitan.
Selain itu, terdapat detail yang mengarah pada asal konten dari luar Indonesia. Salah satu petunjuk muncul dari tulisan pada pakaian pemeran yang memuat merek produk insektisida dari Taiwan sehingga memperkuat dugaan bahwa video telah diambil dari sumber asing.
Narasi lokal kemudian ditambahkan untuk menyesuaikan dengan konteks pengguna di Indonesia.
Ancaman di Balik Tautan
Tautan yang beredar tidak hanya berfungsi sebagai pemancing klik tetapi juga berpotensi menjadi pintu masuk ancaman siber. Pengguna yang mengklik tautan berisiko diarahkan ke situs phishing yaitu halaman palsu yang dirancang menyerupai platform resmi untuk mencuri data pribadi. Informasi seperti nomor telepon alamat email hingga data perbankan dapat menjadi target.
Selain itu, terdapat kemungkinan perangkat pengguna terpapar malware setelah mengakses tautan tersebut. Perangkat yang terinfeksi dapat mengalami penurunan kinerja hingga penyalahgunaan data tanpa disadari. Risiko ini meningkat ketika pengguna tidak memiliki perlindungan keamanan digital yang memadai.
Baca Juga: Usai Video Viral 7 Menit Ibu dengan Anak Tiri di Kebun Sawit, Muncul Link Bergeser ke Dapur
Imbauan kepada Pengguna
Pengguna internet diimbau untuk tidak mudah mempercayai tautan yang beredar tanpa verifikasi. Setiap informasi yang mengandung unsur sensasional terutama yang disertai ajakan untuk mengklik tautan perlu disikapi dengan kehati-hatian. Langkah sederhana seperti memeriksa sumber informasi serta menghindari tautan tidak dikenal dapat membantu mengurangi risiko.
Kesadaran digital menjadi kunci dalam menghadapi maraknya penyebaran konten semacam ini. Dengan memahami pola penyebaran dan potensi ancaman yang menyertainya pengguna dapat melindungi diri dari risiko kehilangan data maupun gangguan pada perangkat. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS