Gunartin Jemput Keluhan Warga Puuwatu Kendari, Drainase hingga Jalan Lingkungan Masuk Daftar Perjuangan
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Rabu, 10 Juni 2026
0 dilihat
Reses anggota DPRD Sultra, Gunartin di Kecamatan Puuwatu. Foto: Ist.
" Menyusuri sejumlah kelurahan di Puuwatu, Hj. Gunartin menyerap aspirasi warga terkait drainase, jalan lingkungan, penerangan, bantuan sosial, dan penguatan ekonomi masyarakat "

KENDARI, TELISIK.ID - Menyusuri sejumlah kelurahan di Puuwatu, Hj. Gunartin menyerap aspirasi warga terkait drainase, jalan lingkungan, penerangan, bantuan sosial, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Hj. Gunartin, memanfaatkan masa reses sidang II tahun sidang 2025-2026 untuk menjaring langsung aspirasi masyarakat di Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.
Kegiatan yang berlangsung pada 30 Mei hingga 6 Juni 2026 itu menjadi ruang dialog antara warga dan wakil rakyat guna menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang bertugas di Komisi IV DPRD Sultra tersebut turun langsung menemui masyarakat di sejumlah kelurahan.
Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah, mulai dari infrastruktur dasar hingga kebutuhan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Baca Juga: Pemkot Kendari Perketat Pengawasan Lahan, Cegah Konflik dan Jaga Kepercayaan Investor
Di Kelurahan Watulondo, persoalan pengendalian banjir menjadi salah satu isu yang paling banyak disampaikan masyarakat. Warga mengusulkan pembangunan dan perbaikan drainase, normalisasi saluran air, hingga pembuatan kanal baru untuk mengurangi genangan yang kerap terjadi saat curah hujan meningkat.
Selain itu, masyarakat juga meminta peningkatan kualitas jalan lingkungan yang dinilai masih membutuhkan perbaikan. Usulan pengadaan penerangan jalan umum turut disampaikan untuk menunjang keselamatan dan kenyamanan warga saat beraktivitas pada malam hari.
Sementara itu, di Kelurahan Tobuuha, warga menyoroti kebutuhan penguatan infrastruktur lingkungan. Beberapa usulan yang muncul antara lain pembangunan talud penahan tanah, rehabilitasi deker di Jalan Pelangi dan wilayah Lauter, pengadaan bak sampah, serta bantuan dana perbaikan rumah ibadah.
Aspirasi serupa juga muncul dari warga Kelurahan Puuwatu. Selain mengusulkan kelanjutan proyek peninggian drainase dan rehabilitasi Jalan Purui, masyarakat berharap adanya dukungan terhadap kegiatan berbasis komunitas.
Warga mengajukan bantuan mesin potong rumput yang dapat digunakan dalam kegiatan gotong royong lingkungan. Mereka juga mengusulkan bantuan modal usaha bagi anggota bank sampah sebagai upaya memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Hj. Gunartin menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterimanya selama masa reses akan didata dan dibahas sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD Sultra.
“Seluruh usulan yang disampaikan masyarakat selama masa reses ini akan kami catat secara komprehensif. Sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, saya berkomitmen membawa dan memperjuangkan aspirasi tersebut agar dapat diakomodasi melalui APBD Provinsi maupun dikoordinasikan dengan pemerintah kota,” kata Hj. Gunartin dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Bendahara Dinas PRKPP Diperiksa Kejati Sultra Dugaan Penyelewengan Alokasi APBD 2025
Ia menjelaskan bahwa reses merupakan salah satu agenda penting bagi anggota legislatif untuk mengetahui secara langsung kondisi yang dihadapi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, kebutuhan warga dapat dihimpun sebagai bahan penyusunan program dan penganggaran pembangunan.
“Saya siap mengawal seluruh aspirasi ini agar masuk dalam kerja-kerja kedewanan, terutama yang menjadi skala prioritas demi kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Puuwatu,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai usulan yang muncul menunjukkan masih besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur dasar dan dukungan pemberdayaan ekonomi. Karena itu, hasil reses akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan di tingkat provinsi.
Melalui kegiatan reses tersebut, warga dari Watulondo, Tobuuha, dan Puuwatu berharap berbagai kebutuhan yang telah disampaikan dapat memperoleh perhatian serta tindak lanjut sesuai kewenangan pemerintah. Aspirasi yang dihimpun akan menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan yang melibatkan DPRD dan pemerintah daerah demi menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS