Malaysia dan Brunei Mau Gunakan Kendali Penuh ASEAN Urai Kabut Asap Kalimantan
Reporter
Minggu, 23 Agustus 2026 / 1:09 pm
Malaysia dan Brunei sepakat gunakan mekanisme ASEAN untuk mengurai kabut asap Kalimantan yang melintasi perbatasan. Foto: Repro Antara
JAKARTA, TELISIK.ID - Malaysia dan Brunei sepakat memakai mekanisme ASEAN untuk menangani kabut asap Kalimantan yang melintasi perbatasan dan mengganggu kualitas udara.
Malaysia dan Brunei Darussalam sepakat menggunakan mekanisme ASEAN untuk menangani persoalan kabut asap lintas batas atau transboundary haze yang kembali berdampak pada sejumlah wilayah di kawasan.
Kesepakatan tersebut disampaikan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim setelah menghadiri Pertemuan Konsultasi Tahunan Pemimpin ke-27 atau 27th Annual Leaders’ Consultation bersama Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam, Sabtu 22 Agustus 2026.
Persoalan kabut asap menjadi perhatian setelah kebakaran hutan dan lahan atau karhutla melanda sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Asap dari kebakaran tersebut kemudian terbawa hingga memengaruhi sejumlah wilayah di Malaysia dan Brunei.
Anwar mengatakan Malaysia dan Brunei telah menyepakati mekanisme ASEAN sebagai jalur untuk menangani persoalan kabut asap lintas batas tersebut.
“Kami berdua sepakat bahwa mekanisme ASEAN merupakan opsi terbaik. Kami telah meminta Menteri Luar Negeri Datuk Seri Mohamad Hasan untuk menangani persoalan ini,” ujar Anwar dalam konferensi pers penutupan kunjungan kerja dua hari di Brunei Darussalam, seperti dikutip dari The Star, Minggu (23/8/2026).
Baca Juga: Saudi Gandeng Pakistan dan Turki Buat Pakta Pertahanan Tandingan NATO saat Ancaman Iran Makin Besar
Sebelumnya, Anwar bersama delegasi Malaysia tiba di Istana Nurul Iman sekitar pukul 11.00 waktu setempat untuk menghadiri pertemuan dengan Sultan Hassanal Bolkiah.
Dalam pertemuan tersebut, persoalan kabut asap lintas batas menjadi salah satu isu yang dibahas kedua negara. Masalah ini kembali mendapat perhatian setelah kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia memburuk dalam beberapa hari terakhir.
Malaysia Tempuh Jalur Diplomatik ASEAN
Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan sebelumnya mengatakan pemerintah Malaysia akan menggunakan jalur diplomatik melalui ASEAN untuk mencari solusi atas persoalan kabut asap lintas batas.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat 21 Agustus 2026. Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan atau Ministry of Natural Resources and Environmental Sustainability akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Sekretariat ASEAN.
Mohamad mengatakan kementeriannya akan mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN dalam waktu dekat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Malaysia mencari penyelesaian atas dampak kabut asap yang melintasi batas negara.
Kabut asap lintas batas menjadi persoalan lingkungan yang melibatkan sejumlah negara di Asia Tenggara. Karena itu, penanganannya dapat dibahas melalui mekanisme kerja sama regional ASEAN.
Kualitas Udara Malaysia Memburuk
Berdasarkan data Air Pollution Index Management System atau APIMS Malaysia, indeks pencemaran udara di Serian, Sarawak, tercatat mencapai 190 pada Sabtu 22 Agustus 2026 pukul 09.00 waktu setempat.
Angka tersebut masuk kategori tidak sehat. Sejumlah wilayah lain di Malaysia juga mencatat indeks pencemaran udara dalam kategori yang sama.
Kuching mencatat indeks 182, Samarahan 177, Sarikei dan Sri Aman masing-masing 173, Sibu 161, serta Bintulu 157.
Sementara itu, Samalaju dan Mukah masing-masing mencatat indeks 156. Miri dan Bukit Rambai di Melaka juga mencatat angka 151.
Dalam sistem indeks pencemaran udara Malaysia, angka 0 hingga 50 menunjukkan kualitas udara baik. Indeks 51 hingga 100 masuk kategori sedang, sedangkan 101 hingga 200 dikategorikan tidak sehat.
Baca Juga: Kesepakatan Damai Iran-AS Buyar Gegara Ulah Israel Terus Gempur Lebanon
Adapun indeks 201 hingga 300 masuk kategori sangat tidak sehat. Sementara itu, angka di atas 300 dikategorikan berbahaya.
Meningkatnya kabut asap lintas batas kembali menjadi perhatian negara-negara ASEAN setelah kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia mengalami penurunan.
Malaysia dan Brunei kini sepakat menggunakan mekanisme ASEAN untuk menangani persoalan tersebut. Pemerintah Malaysia juga menyiapkan langkah diplomatik melalui pengiriman surat kepada Sekretariat ASEAN.
Langkah itu diharapkan menjadi bagian dari pembahasan regional mengenai penanganan kabut asap lintas batas yang berdampak terhadap sejumlah negara di Asia Tenggara. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS