Kesepakatan Damai Iran-AS Buyar Gegara Ulah Israel Terus Gempur Lebanon
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 22 Juni 2026
0 dilihat
Perundingan damai AS dan Iran di Swiss terganggu setelah Iran melakukan walk out. Foto: Repro The Washington Post
" Perundingan damai Amerika Serikat dan Iran di Swiss terganggu setelah delegasi Teheran walk out "

BERN, TELISIK.ID - Perundingan damai Amerika Serikat dan Iran di Swiss terganggu setelah delegasi Teheran walk out di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss kembali mengalami gangguan setelah delegasi Teheran memutuskan meninggalkan meja negosiasi. Langkah tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan yang turut dipengaruhi dinamika konflik di Timur Tengah.
Pertemuan yang berlangsung di Bürgenstock, Swiss, Minggu 21 Juni 2026, sebelumnya membahas tindak lanjut nota kesepahaman kedua negara. Agenda utama mencakup upaya meredakan ketegangan regional, termasuk pembahasan sanksi minyak dan program nuklir sipil Iran.
Namun, suasana perundingan berubah setelah Iran menyatakan keberatan terhadap sejumlah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai memperkeruh proses diplomasi. Delegasi Iran kemudian memilih keluar dari ruang negosiasi sebagai bentuk protes.
Sebelum insiden walk out, kedua pihak dilaporkan telah membahas rancangan mekanisme pengecualian sanksi ekspor minyak Iran oleh Amerika Serikat. Selain itu, terdapat pembahasan mengenai kemungkinan pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan di sejumlah negara.
Baca Juga: Iran Dapat Kucuran Dana Ganti Rugi Perang Rp 5.328 Triliun, Lebih Jumbo dari APBN Indonesia
Kepala Delegasi Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan sikap negaranya terhadap tekanan eksternal dalam proses perundingan.
“Apakah mereka tidak berpikir bahwa jika ancaman mereka memiliki pengaruh, mereka tidak akan sampai pada keputusasaan yang mereka hadapi saat ini? Kami sama sekali tidak memperhitungkan ancaman Amerika,” kata Ghalibaf, dikutip dari The Guardian, Senin (22/6/2026).
Di sisi lain, pihak Amerika Serikat menilai dinamika yang terjadi tidak lepas dari situasi politik dalam negeri Iran serta meningkatnya ketegangan di kawasan. Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance sebelumnya mendorong agar jalur diplomasi tetap dibuka meski prosesnya berlangsung sulit.
Vance menyebut pembicaraan ini sebagai upaya membuka lembaran baru hubungan kedua negara. Ia mengatakan, “Apa yang diminta presiden kepada kami adalah membuka lembaran baru, mengubah hubungan kami dengan rakyat Iran.”
Baca Juga: 5 Poin Kesepakatan Damai AS-Iran, Selat Hormuz Dibuka dan Sanksi Mulai Dicabut
Namun, pernyataan Presiden Donald Trump dalam beberapa kesempatan turut menjadi sorotan dalam jalannya perundingan. Iran menilai pernyataan tersebut sebagai tekanan yang tidak sejalan dengan semangat kesepakatan awal.
Ketegangan di kawasan juga meningkat setelah Iran kembali menerapkan blokade di Selat Hormuz sebagai respons atas eskalasi konflik regional, termasuk serangan Israel di Lebanon yang memperburuk situasi keamanan.
Dalam kondisi tersebut, perundingan yang semula diharapkan menjadi langkah deeskalasi justru menghadapi hambatan baru. Hingga sesi terakhir, belum ada kepastian mengenai kelanjutan proses negosiasi antara kedua negara, sementara masing-masing pihak masih melakukan konsultasi internal. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS